BANDA ACEH — Tujuh transmisi TVRI yang tersebar di Aceh dipastikan dalam kondisi prima untuk menyiarkan laga puncak Piala Dunia 2026. Plt Kepala TVRI Stasiun Aceh Yusril mengatakan pengecekan langsung dilakukan ke sejumlah titik guna memastikan perangkat pendukung tidak mengalami gangguan saat siaran berlangsung.
“Kita telah mengecek langsung ke sejumlah transmisi milik TVRI agar perangkat pendukung siaran langsung final piala dunia dalam kondisi baik. Ini juga bagian dari komitmen kami untuk memberikan tontonan terbaik kepada seluruh masyarakat di Aceh,” kata Yusril di Banda Aceh, Jumat.
TVRI Stasiun Aceh mengoperasikan tujuh transmisi yang ditempatkan di lokasi strategis dengan jangkauan luas. Berikut rincian area siaran yang bakal menjangkau pemirsa di berbagai kabupaten/kota:
Yusril menambahkan, petugas teknis juga disiagakan di seluruh titik transmisi selama pertandingan berlangsung. Langkah ini untuk mengantisipasi kendala teknis agar bisa ditangani secara cepat. “Petugas di transmisi memang selalu ada dan untuk mendukung perhelatan akbar ini kita lebih maksimalkan lagi,” ujarnya didampingi Kasubag TU TVRI Aceh, Andria Sabarino.
Selain siaran melalui kanal TVRI Nasional dan TVRI Sport via antena digital, masyarakat Aceh juga bisa menonton lewat platform streaming mitra resmi. Untuk memeriahkan final, TVRI Stasiun Aceh berkolaborasi dengan Pemkot Banda Aceh menggelar nobar di Balai Kota Banda Aceh. “Alhamdulillah, pelaksanaan nonton bareng ini tidak hanya akan berlangsung di Banda Aceh, di kabupaten/kota lainnya di Aceh juga ada yang sudah konfirmasi melaksanakan nonton bareng termasuk di daerah terdampak bencana di Aceh,” kata Yusril.
Yusril menyebut nobar yang digelar pemerintah daerah dan berbagai pihak tidak hanya menjadi hiburan bagi warga, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi UMKM setempat. “Kami juga sangat bersyukur, selama piala dunia 2026 ini memberikan dampak positif pada seluruh UMKM terutama para pelaku usaha warung kopi. Mereka dapat menyelenggarakan nonton bareng secara gratis tanpa harus membayar lisensi,” pungkasnya.