Anggota POM TNI AD Gugur Tertembak Peluru Pantul saat Bantu Pengejaran Bandar Narkoba di Bireuen

Penulis: Fajar  •  Senin, 27 Juli 2026 | 05:14:01 WIB
Pratu Galuh Nugraha, anggota POM TNI AD, gugur tertembak peluru pantul saat membantu pengejaran bandar narkoba di Bireuen.

SULAWESI SELATAN — Korban adalah Pratu Galuh Nugraha, anggota Polisi Militer (POM) TNI AD, yang ikut dalam operasi penangkapan di kawasan Bireuen. Ia terkena peluru rekoset—tembakan yang memantul—ketika petugas kepolisian melepaskan tembakan ke arah mobil para terduga bandar. Tim evakuasi segera membawanya ke rumah sakit, namun nyawa prajurit itu tak tertolong.

Kronologi Operasi: Satu Pelaku Ditangkap, Tiga Lolos

Operasi diawali dengan upaya menghadang mobil yang ditumpangi empat terduga bandar narkoba. Saat dihadang, satu orang yang diduga oknum anggota Brimob berhasil diamankan. Tiga pelaku lainnya kabur dengan memanfaatkan kekacauan di lokasi. Petugas kemudian melakukan pengejaran dan melepaskan tembakan peringatan, tetapi salah satu peluru memantul dan mengenai Pratu Galuh yang sedang membantu dari jarak dekat.

Hingga Minggu (26/7), jajaran Ditresnarkoba Polda Aceh masih memburu tiga buron. Identitas mereka telah dikantongi, namun belum dirilis ke publik demi proses penyelidikan.

Koordinasi TNI-Polri: Soliditas di Tengah Duka

Kapolda Aceh, Irjen Pol Ahmad Faisal, langsung berkoordinasi dengan Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Niko Fahrizal, serta Danpuspomad dan Danpomdam IM sejak malam kejadian. "Kami menyampaikan fakta-fakta awal untuk memastikan penanganan korban, mendukung penyidikan, dan menjaga komunikasi antar institusi," ujar Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto di Bireuen, Minggu.

Joko menambahkan, almarhum Pratu Galuh telah menunjukkan naluri prajurit penegak hukum yang luar biasa. "Peristiwa ini menjadi duka bagi kita semua. Kami turut berbelasungkawa atas gugurnya anggota POM TNI AD," katanya dalam pernyataan resmi yang dikutip dari Antara.

Imbauan: Jangan Sebar Video atau Narasi Belum Terverifikasi

Polda Aceh meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. "Jangan menyebarkan informasi, foto, video, maupun narasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya," tegas Kombes Joko.

Bagi warga yang menyaksikan langsung rangkaian peristiwa, polisi meminta kesediaan memberikan keterangan kepada penyidik. Langkah ini diharapkan mempercepat pengungkapan perkara dan memastikan tidak ada kesalahan prosedur dalam operasi yang berujung insiden fatal tersebut.

Reporter: Fajar
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top