SIGLI — Alzaizi menegaskan bahwa organisasi mahasiswa tidak hanya bertugas mencetak kader, tetapi juga harus menghadirkan gagasan segar dan kontrol sosial bagi jalannya pemerintahan. Ia menyebut peran kritis yang konstruktif sangat dibutuhkan untuk memastikan pembangunan daerah berjalan sesuai harapan.
Dalam sambutannya, Alzaizi mengapresiasi tema yang diusung pengurus baru, yakni "Konsolidasi dan Manifesto Gerakan HMI Menuju Pidie Meushuyu dan Meusyari'at". Menurut dia, tema tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Pidie yang mengedepankan nilai-nilai syariat Islam.
"Kami berharap HMI terus menjadi mitra yang kritis dan konstruktif melalui pemikiran, masukan, serta kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah," ujar Alzaizi.
Wabup Pidie menekankan bahwa penerapan nilai-nilai syariat Islam dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, dan kehidupan bermasyarakat merupakan salah satu fondasi utama. Ia optimistis hal itu bisa mewujudkan Pidie yang maju, bermartabat, dan berdaya saing.
Alzaizi juga menyoroti peran strategis HMI sebagai organisasi kader. Ia berharap kepengurusan baru mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kapasitas intelektual, integritas, dan jiwa kepemimpinan yang kuat.
"Kepengurusan baru diharapkan tetap memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan serta menghadirkan program yang inovatif dan berdampak," kata Alzaizi. Ia meminta soliditas organisasi dijaga agar program kerja yang dirancang benar-benar memberi manfaat langsung bagi warga Pidie.
Acara pelantikan itu dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pidie, Ketua Umum Pengurus Besar HMI, Ketua Badan Koordinasi HMI Aceh, serta sejumlah pejabat Pemkab Pidie. Tokoh agama, tokoh masyarakat, dan kader HMI dari berbagai daerah juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.