ACEH — Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto, optimistis target tahun ini bakal terpenuhi. Menurutnya, ada tiga modal utama yang mendorong percepatan penyaluran: jaringan kantor yang menjangkau hingga pelosok, basis nasabah UMKM yang besar, serta pengalaman panjang bank tersebut di segmen usaha kecil.
"Per tanggal 26 Juli, KUR Perumahan sendiri sudah menyalurkan sekitar Rp 10,9 triliun dari target Rp 12 triliun yang diberikan pemerintah kepada BRI. Dengan angka tersebut, saya pikir target ini akan bisa dicapai, mudah-mudahan di tahun ini," ujar Aris di Gedung BRI, Selasa (28/7/2026).
Alih-alih hanya fokus pada pembeli rumah, BRI memperkuat pembiayaan di seluruh rantai pasok sektor perumahan. Mulai dari toko bangunan, distributor material, kontraktor, hingga penyedia bahan baku. Strategi ini mempercepat perputaran uang di ekosistem properti secara keseluruhan.
"BRI adalah bank UMKM yang memang DNA-nya melayani nasabah UMKM. Di situlah posisi BRI sangat kuat dalam mendukung penyaluran KUR Perumahan," kata Aris menambahkan.
Di tingkat daerah, Jawa Tengah mencatatkan diri sebagai provinsi dengan serapan KUR perumahan tertinggi secara nasional. Hal ini diungkapkan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, saat bertemu Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
"Saya dengar Jawa Tengah adalah provinsi terbesar menyerap KUR perumahan. Terima kasih Pak Gubernur, serta bapak dan ibu bupati. Ini adalah program andalan Presiden Prabowo Subianto untuk menggerakkan sektor perumahan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (3/4/2026).
Menteri Ara menekankan efek berganda dari sektor ini. Pembangunan rumah tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga menggerakkan industri bahan bangunan, pengembang, kontraktor, dan menyerap tenaga kerja konstruksi.
Selain KUR perumahan, Jawa Tengah juga berada di posisi kedua nasional dalam penyaluran rumah subsidi. Pemerintah berencana mengalokasikan hingga 40.000 unit rumah subsidi ke wilayah tersebut tahun ini.
Kunci keberhasilan Jawa Tengah tak lepas dari koordinasi sektor pertanahan. Menteri PKP menyebut, setelah berkoordinasi dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron Wahid, kesiapan lahan di provinsi itu dinilai paling maju secara nasional.
"Tadi kami bicara dengan Pak Nusron, katanya soal pertanahan di Jawa Tengah paling maju dari sisi kesiapan dan koordinasi," kata Menteri Ara.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian PKP akan menggelar kunjungan kerja ke Jawa Tengah pada Mei 2026 untuk meninjau langsung program perumahan di lima kabupaten dan kota. Pemerintah juga mendorong program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dengan melibatkan UMKM lokal, termasuk penggunaan material bangunan dari daerah setempat.
"Kita juga ada program bedah rumah atau BSPS dengan memanfaatkan UMKM. Tolong dipersiapkan, gunakan genteng dari Jawa Tengah supaya UMKM-nya juga maju," ujar Menteri Ara.
Dengan serapan yang sudah mencapai 91 persen, BRI dipastikan akan terus menggenjot penyaluran hingga akhir tahun. Jika target tercapai, program ini akan menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi backlog kepemilikan rumah di Indonesia.