BANDA ACEH — Partai Nanggroe Aceh (PNA) memasuki babak baru menjelang Kongres II yang dijadwalkan berlangsung 8–9 Agustus 2026 di Grand Nanggroe Hotel, Banda Aceh. Panitia pelaksana telah membuka pendaftaran bakal calon ketua umum untuk periode 2026–2031, Jumat (31/7/2026) hingga Kamis (6/8/2026).
Ketua Pelaksana Kongres II PNA, Tgk. Nurdin Ramli, menyatakan proses ini dirancang untuk menjaring kader terbaik yang mampu membawa partai berlambang bulan bintang tersebut menghadapi tantangan politik ke depan.
"Proses ini merupakan bagian dari komitmen PNA dalam menghadirkan kepemimpinan yang kuat, visioner, dan mampu memperkuat konsolidasi organisasi di seluruh Aceh," ujarnya saat pembukaan pendaftaran di Sekretariat Pelaksana Kongres II PNA, Grand Nanggroe Hotel, Banda Aceh.
Ketentuan bakal calon ketua umum ditetapkan berdasarkan hasil rapat konsolidasi seluruh DPW PNA yang digelar di Keumala Hotel pada Sabtu (25/7/2026). Setiap kandidat wajib memenuhi tiga syarat utama yang terbilang ketat untuk ukuran partai daerah.
Tgk. Nurdin menjelaskan, ketentuan ini dibuat agar calon yang maju benar-benar memiliki pengalaman organisasi dan kesiapan memimpin partai. Ia menambahkan, DPP PNA akan menghadapi agenda strategis pasca-kongres, mulai dari konsolidasi internal hingga mengawal program pro rakyat dalam pemerintahan.
Sosok yang nantinya memenangkan Kongres II dihadapkan pada pekerjaan rumah besar. Selain memperkuat soliditas kader, ketua umum baru diharapkan mampu membawa PNA menjadi partai yang semakin dipercaya masyarakat Aceh.
Melalui momentum kongres ini, PNA menargetkan lahirnya pemimpin yang mampu merumuskan program berpihak pada kepentingan masyarakat. Partai ini juga menargetkan visi "Aceh Baru" yang lebih maju, demokratis, modern, dan berdaya saing.
Tgk. Nurdin Ramli turut memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Aceh agar seluruh rangkaian Kongres II PNA dapat berlangsung aman, tertib, dan sukses sesuai harapan.