ACEH — Pesan belasungkawa itu disampaikan langsung oleh Presiden Masoud Pezeshkian kepada Presiden Prabowo Subianto menyusul bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 yang melanda wilayah NTT. Pemerintah Iran tidak hanya menyampaikan simpati, tetapi juga membuka opsi pengiriman bantuan kemanusiaan untuk meringankan beban para korban di lapangan.
Langkah Teheran hadir di tengah upaya pemerintah Indonesia mempercepat evakuasi dan distribusi logistik ke daerah-daerah terdampak. Gempa berkekuatan besar tersebut menimbulkan kerusakan infrastruktur dan memaksa warga mengungsi di sejumlah titik.
Komunikasi langsung antara kedua kepala negara menunjukkan hubungan bilateral yang solid. Sebelumnya, Indonesia dan Iran memiliki catatan kerja sama di berbagai bidang, termasuk kemanusiaan, yang kerap diaktifkan saat terjadi bencana alam.
Hingga saat ini, pemerintah Indonesia masih melakukan pendataan menyeluruh terkait dampak gempa di NTT. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dilaporkan telah menerjunkan personel untuk menjangkau wilayah yang terisolasi.
Penerimaan tawaran bantuan asing akan melalui koordinasi Kementerian Luar Negeri dan BNPB. Prosedur ini memastikan bantuan yang masuk tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan korban di lapangan.
Belum ada pernyataan resmi dari Istana Kepresidenan mengenai kapan bantuan dari Iran akan mulai dikirim atau bentuk bantuan apa yang akan disalurkan. Namun, respons cepat dari Teheran menjadi katalis bagi negara-negara lain untuk turut serta dalam upaya pemulihan pascagempa.
Gempa yang berpusat di laut itu juga memicu peringatan dini tsunami yang sempat membuat warga pesisir panik. Meski peringatan telah dicabut, kerusakan bangunan dan tanah longsor dilaporkan terjadi di beberapa kabupaten/kota di NTT.
Pemerintah pusat memastikan akan mengerahkan seluruh sumber daya untuk percepatan penanganan darurat. Bantuan logistik, alat berat, serta tim medis tambahan terus disiagakan untuk mempercepat proses evakuasi dan pemulihan kondisi sosial ekonomi masyarakat terdampak.