ACEH — Penemuan bermula ketika seorang pemulung melihat benda mencurigakan di lokasi dan melaporkannya kepada warga sekitar. Laporan itu kemudian diteruskan ke Polsek Tambun Selatan hingga akhirnya Tim Jibom Polda Metro Jaya diterjunkan ke titik lokasi.
Kapolsek Tambun Selatan Kompol Wuryanti membenarkan adanya laporan temuan benda mencurigakan tersebut. "Informasi awal diterima setelah seorang pemulung melihat benda mencurigakan, kemudian dilaporkan warga ke Polsek Tambun Selatan," ujarnya kepada wartawan, Selasa (18/8/2026).
Sebelum tim penjinak bom tiba, petugas kepolisian terlebih dahulu memasang garis polisi di sekeliling lokasi penemuan. Warga yang berada di radius 50 meter dari titik lokasi diminta menjauh demi alasan keselamatan.
Pengamanan ketat dilakukan mengingat granat yang ditemukan dalam kondisi aktif. Langkah ini merupakan prosedur standar untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama proses evakuasi berlangsung.
Setelah berhasil dievakuasi, granat tersebut langsung dibawa ke Markas Gegana untuk dilakukan disposal atau pemusnahan. Proses ini dilakukan dengan metode tertentu agar ledakan tidak membahayakan lingkungan sekitar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai asal-usul granat serta bagaimana benda tersebut bisa berada di lokasi penemuan. Polsek Tambun Selatan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait temuan ini.
Kasus penemuan granat aktif di kawasan pemukiman bukanlah kejadian pertama di wilayah Bekasi. Beberapa tahun terakhir, aparat kerap menemukan benda peledak sisa konflik atau yang sengaja dibuang di area terbuka, meski jarang dalam kondisi aktif.
Masyarakat diimbau untuk tidak menyentuh atau memindahkan benda mencurigakan serupa jika ditemukan di lingkungan sekitar. Langkah yang tepat adalah segera melaporkan kepada pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan sesuai prosedur.