Persaingan Bek Timnas Indonesia Makin Ketat, Rizky Ridho Terancam Tergusur Nama-nama Eropa

Penulis: Ragil  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:58:32 WIB
Rizky Ridho berlatih bersama Persija Jakarta jelang laga kontra Borneo FC, yang menjadi salah satu penentu peluangnya dipanggil Timnas Indonesia.

ACEH — Jakarta, CNN Indonesia — Nama Rizky Ridho dirumorkan hilang dari daftar pemain yang akan dipanggil pelatih John Herdman untuk FIFA ASEAN Cup 2026. Kabar ini pertama kali disampaikan pengamat sepak bola nasional, Rony Pangemanan, Senin (17/8), dan langsung memicu perdebatan di kalangan pendukung timnas.

Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, merespons isu tersebut dengan menyatakan bahwa daftar pemain belum final. Menurutnya, Herdman dan jajaran pelatih masih melakukan pertimbangan matang sebelum pengumuman resmi dirilis PSSI.

Persaingan Semakin Ketat di Lini Pertahanan

Masalah utama Ridho bukan sekadar performa, melainkan kompetisi internal yang kian sengit. Ia harus bersaing dengan Jay Idzes, Justin Hubner, Mees Hilgers, dan Elkan Baggott yang semuanya berkarier di Eropa. Kevin Diks, yang berposisi asli sebagai bek kanan, juga bisa diplot sebagai bek tengah oleh Herdman.

Dari deretan nama tersebut, Ridho tertinggal dalam hal jam terbang di kompetisi level tinggi. Satu-satunya jalan untuk menarik perhatian pelatih adalah tampil konsisten bersama Persija Jakarta di awal musim Super League 2026/2027.

Tiga Laga Penentu Sebelum Pemanggilan

Laga kontra Borneo FC (5/9), Persib Bandung (12/9), dan Java United (19/9) menjadi momentum krusial bagi Ridho. Tiga pertandingan ini akan menjadi tolok ukur apakah kapten Persija itu masih memiliki kualitas yang sama atau justru mengalami penurunan.

Catatan performa Ridho di Piala AFF 2026 memang jauh dari kata memuaskan. Saat dimainkan sebagai bek tengah kanan dalam skema tiga bek, ia terlihat ragu-ragu, tidak tenang, dan lamban dalam mengambil keputusan. Padahal, sebelum turnamen tersebut, ia tampil stabil dan dipercaya memakai ban kapten timnas.

Momen Tepat untuk 'Tamparan' Karier

Menilai Ridho sudah kehilangan kemampuan terbaiknya masih terlalu dini. Namun, kasus Hansamu Yama yang mulai meredup menjelang usia 25 tahun bisa menjadi pengingat bahwa karier pemain muda Indonesia sering kali berubah drastis.

Alih-alih disebut tidak pantas, isu tidak dipanggilnya Ridho justru bisa menjadi tamparan yang dibutuhkannya. Ada kalanya seorang pemain perlu ditegur dengan cara dicoret dari skuad agar kembali ke jalur yang benar dan tidak terlena dengan status yang sudah diraihnya.

Keputusan final tetap berada di tangan Herdman. Publik tinggal menunggu apakah pelatih asal Inggris itu akan memberi kesempatan lagi kepada Ridho atau justru memilih pemain lain yang dianggap lebih siap membela Garuda di pentas ASEAN.

Reporter: Ragil
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top