BANDA ACEH — Perum Bulog Kanwil Aceh mengerahkan tujuh kantor cabang untuk memperkuat jaringan distribusi bantuan pangan pemerintah. Langkah ini ditempuh agar beras bantuan bisa menjangkau keluarga penerima manfaat (KPM) dari wilayah pesisir hingga dataran tinggi.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Aceh, Budi Sultika, menyebut penyaluran Banpang berjalan bertahap di seluruh kabupaten/kota. Hingga saat ini, realisasi sementara tercatat 186.930 kilogram atau sekitar 186,93 ton dari total target 24.771.870 kilogram.
"Realisasi sementara tercatat sebesar 0,75 persen. Angka tersebut menjadi gambaran bahwa proses penyaluran Banpang telah mulai berjalan di sejumlah wilayah dan akan terus ditingkatkan secara bertahap," kata Budi di Banda Aceh, Selasa.
Penyaluran perdana dimulai pada 15 Agustus 2026 di Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar. Dari data sementara, empat wilayah kerja telah merealisasikan distribusi, sementara empat kantor cabang lain masih dalam tahap persiapan.
Adapun Kancab Lhokseumawe, Sigli, Kutacane, dan Takengon masih menyiapkan tahapan distribusi masing-masing. Setiap wilayah punya kesiapan berbeda, tetapi target akhirnya tetap sama.
Untuk menjangkau Aceh yang luas, Bulog mengoptimalkan peran Kancab Sigli, Lhokseumawe, Takengon, Langsa, Blangpidie, Meulaboh, dan Kutacane. Jaringan ini menjadi penghubung antara gudang Bulog dan titik penyaluran di daerah.
"Dari wilayah pesisir hingga dataran tinggi, dari bagian timur hingga barat dan selatan Aceh, kantor cabang Bulog menjadi simpul distribusi yang menghubungkan beras bantuan pemerintah dengan daerah penerima," ujar Budi.
Dalam alokasi tiga bulan tersebut, setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) mendapatkan beras sebanyak 30 kilogram. Proses penyaluran melibatkan koordinasi antara Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bulog, pemerintah daerah, kecamatan, hingga pemerintah gampong.
Koordinasi itu dinilai penting untuk memastikan bantuan tersalur sesuai data dan ketentuan yang ditetapkan. Bulog juga terus memastikan kesiapan stok dan distribusi agar proses penyaluran di tingkat masyarakat berjalan lancar.
"Setiap kilogram beras yang keluar dari titik distribusi menjadi bagian dari perjalanan panjang. Bantuan itu harus bergerak dan sampai, dari gudang Bulog, menuju kantor cabang, diteruskan ke titik-titik penyaluran, hingga akhirnya diterima oleh masyarakat yang berhak," kata Budi.