Dosen Unsam Pimpin Penyusunan Dokumen Teknis Rehabilitasi 2.623 Hektare Sawah di Empat Kabupaten Aceh

Penulis: Yasir  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:53:31 WIB
Penandatanganan kontrak penyusunan dokumen teknis rehabilitasi 2.623 hektare lahan sawah di empat kabupaten Aceh dimulai di Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh.

LANGSA — Penandatanganan kontrak penyusunan dokumen teknis rehabilitasi lahan sawah untuk empat kabupaten di Aceh telah dimulai. Dosen peneliti Universitas Samudra (Unsam), Dr. Iswahyudi, S.P., M.Si., dipercaya menjadi ketua tim pelaksana dalam proyek yang mencakup lahan seluas 2.623 hektare ini.

Kontrak tersebut ditandatangani di Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh. Arnen Sri Gemala, S.P., M.Si., selaku Pejabat Pembuat Komitmen Pelindungan dan Optimasi Lahan Rehabilitasi Lahan Sawah, mewakili pihak pemberi tugas dalam kesepakatan ini.

Empat Kabupaten Sasaran dan Luasan Lahan

Lahan yang akan direhabilitasi tersebar di Aceh Tenggara seluas 122 hektare, Aceh Tamiang 1.540 hektare, Aceh Timur 511 hektare, dan Gayo Lues 450 hektare. Proses penyusunan dokumen ini akan mencakup identifikasi, validasi, survei, investigasi, hingga perencanaan teknis yang disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Data penanganan kerusakan lahan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencatat 42.702 hektare lahan telah ditangani. Rinciannya, kerusakan ringan mencapai 32.709 hektare dan kerusakan sedang 9.993 hektare.

Mengapa Rehabilitasi Ini Diperlukan?

Masih terdapat lahan sawah yang terlantar atau rusak akibat bencana alam di wilayah tersebut. Kondisi ini membutuhkan penanganan lanjutan agar lahan produktif dapat kembali difungsikan oleh petani.

Dokumen DRT/SID yang dihasilkan nantinya akan menjadi acuan utama dalam pelaksanaan konstruksi fisik rehabilitasi. Kualitas perencanaan teknis ini menentukan ketepatan sasaran program pemulihan lahan di lapangan.

Target: Petani Kembali Menggarap Sawah

Dr. Iswahyudi berharap proses penyusunan dokumen berjalan sesuai jadwal dan mendapat dukungan dari Dinas Pertanian serta Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di empat kabupaten lokasi kajian.

"Harapan kami, hasil kajian penyusunan DRT/SID ini dapat memberikan dampak nyata terhadap program rehabilitasi lahan sawah, sehingga para petani dapat kembali mengaktifkan sawahnya pascabencana alam hidrometeorologi, perekonomian masyarakat meningkat, dan pada akhirnya terwujud kemandirian pangan hingga ke tingkat akar rumput," ujarnya dalam keterangan yang diterima redaksi.

Selain memulihkan produktivitas pertanian, kegiatan ini ditargetkan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan di Aceh. Dokumen teknis yang berkualitas menjadi prasyarat utama agar program rehabilitasi tepat sasaran dan memberikan manfaat jangka panjang bagi petani.

Reporter: Yasir
Sumber: nukilan.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top