Musda VI Demokrat Aceh Usulkan Dua Nama Ketua DPD, AHY Diminta Putuskan dalam 1-2 Pekan

Penulis: Yasir  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:42:01 WIB
Dua kandidat ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Nurdiansyah Alasta dan Sayuti Abu Bakar, resmi diusulkan dalam Musda VI di Banda Aceh.

BANDA ACEH — Persaingan kursi pimpinan tertinggi Partai Demokrat Aceh memasuki babak penentuan. Dua kandidat kuat, Nurdiansyah Alasta dan Sayuti Abu Bakar, resmi diusulkan dalam Musda VI yang digelar di Banda Aceh, Rabu (19/8/2026). Keduanya kini menunggu keputusan politik Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, E. Herman Khaeron, mengonfirmasi bahwa hanya dua nama yang memenuhi ambang batas dukungan pencalonan. "Yang mendaftar dan mendapatkan dukungan di atas 20 persen ada dua orang, yaitu Bung Dian dan Bung Sayuti," ujarnya saat membuka musda.

Keputusan AHY Paling Lambat Dua Pekan

Herman menjelaskan, musda tidak berwenang menetapkan ketua secara langsung. Hasil musda akan diserahkan ke DPP untuk kemudian dipilih dan ditetapkan oleh AHY sebagai Ketua DPD Demokrat Aceh periode berikutnya.

"Biasanya satu-dua minggu Ketum sudah bisa memutuskan. Kalau dua, tentu ada pertimbangan-pertimbangan khusus yang secara objektif pasti Ketum akan memilih yang terbaik," kata Herman. Penentuan itu akan mempertimbangkan kapasitas serta posisi masing-masing kandidat yang saat ini sama-sama berada di ranah eksekutif dan legislatif.

Modal Elektoral: Siapa Nurdiansyah dan Sayuti?

Sayuti Abu Bakar bukan nama asing di panggung politik Aceh. Ia saat ini menjabat Wali Kota Lhokseumawe dan telah resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon ketua. Sementara Nurdiansyah Alasta, yang akrab disapa Bung Dian, memiliki basis kader yang kuat di tingkat DPC.

Kedua kandidat membawa modal elektoral berbeda. Sayuti membawa pengaruh eksekutif daerah, sedangkan Nurdiansyah diyakini memiliki jejaring legislatif yang mumpuni. Kombinasi inilah yang membuat proses penjaringan berlangsung ketat hingga tingkat DPP.

Target Besar: Kembalikan Kejayaan 7 Kursi DPR RI

Herman menegaskan, Musda VI bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan. Momentum ini harus menjadi konsolidasi besar untuk mengembalikan kekuatan Demokrat Aceh menuju Pemilu 2029. Ia mengingatkan, Demokrat pernah menjadi kekuatan politik dominan di Aceh dengan meraih 7 dari 13 kursi DPR RI pada periode sebelumnya.

"Untuk bisa sampai ke tujuh kursi mungkin berat, tetapi paling tidak di semua dapil kita bisa memperoleh kursi," tegasnya. Herman menilai rivalitas sesungguhnya bukan antara Dian dan Sayuti, melainkan partai politik lain yang akan menjadi lawan dalam perebutan suara.

Instruksi Keras untuk Kader: Jangan Larut dalam Persaingan

Setelah ketua ditetapkan nanti, Herman meminta seluruh kader dan pendukung kedua kandidat segera merapatkan barisan. "Setelah nanti Ketua Umum memutuskan, bersatu. Jangan saling meninggalkan para pendukungnya," tegasnya.

Ia juga mengingatkan kader untuk kembali memperkuat kerja politik di akar rumput. "Yang penting bagaimana kita bekerja keras dan meraih hati serta pikiran rakyat," pungkas Herman. Tantangan terbesar partai ke depan adalah memenangkan kepercayaan publik, bukan justru sibuk mengurus konflik internal.

Reporter: Yasir
Sumber: masakini.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top