BANDA ACEH — Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Aceh yang berlangsung di Banda Aceh, Rabu malam (19/8/2026). Dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual, AHY meminta seluruh kader menjaga suasana sejuk dan menjunjung persatuan pasca penetapan ketua baru nanti.
AHY menegaskan bahwa dua kandidat yang bersaing dalam forum tertinggi partai di tingkat provinsi tersebut bukanlah lawan. Menurutnya, seluruh kader yang hadir masih berada dalam satu rumah besar Partai Demokrat.
“Kita tidak saling berhadapan. Tidak ada lawan dalam ruangan. Rumah kita ini, yang kita hadapi adalah kekuatan di luar,” ujarnya dalam arahan yang dikutip dari keterangan resmi, Rabu (19/8/2026).
Di hadapan para peserta musda, AHY memaparkan target yang harus dicapai partainya pada Pemilu 2029 mendatang. Ia meminta kader tidak berpuas diri dan mulai bekerja sejak sekarang untuk menambah perolehan suara.
“Kita ingin menambah jumlah suara, kita ingin menambah jumlah kursi. Kita kehilangan kursi DPRK, kita rebut kembali,” tegas AHY.
Untuk mencapai target tersebut, AHY menilai militansi saja tidak cukup. Para kader diminta memperkuat kapasitas diri melalui pendidikan politik, pelatihan kepemimpinan, serta pengembangan wawasan kebangsaan.
Selain persoalan internal partai, AHY menyoroti kondisi Aceh pasca bencana alam yang terjadi pada akhir tahun lalu. Ia menyebut kerusakan meluas ke berbagai sektor, mulai dari infrastruktur jalan dan jembatan, irigasi, rumah warga, hingga fasilitas pendidikan dan rumah ibadah.
AHY meminta seluruh jajaran partai, terutama para wakil rakyat, ikut mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendirian dalam memulihkan kehidupan masyarakat Aceh.
“Demokrat hadir setiap saat untuk membantu masyarakat yang membutuhkan kita, bukan hanya hadir pada saat pemilu,” katanya.
Dalam kesempatan itu, AHY juga mengingatkan tanggung jawab moral Partai Demokrat dalam menjaga perdamaian di Aceh. Menurutnya, perdamaian yang telah diraih melalui proses panjang tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri tanpa dirawat.
“Terlalu banyak darah, keringat, air mata yang telah dicurahkan untuk menghadirkan perdamaian yang abadi di bumi Aceh,” ujar AHY.
Ia berharap hasil Musda VI tidak hanya menentukan kepemimpinan baru di DPD Partai Demokrat Aceh, tetapi juga menjadi titik awal kebangkitan partai untuk kembali memperkuat peran di parlemen maupun pemerintahan. AHY menutup arahannya dengan pesan agar seluruh kader menjadikan musda sebagai momentum memperkuat rumah besar Demokrat.
“Tidak ada badai yang tidak bisa kita lalui. Kita semua menjadi nakhoda sesuai dengan kapasitas masing-masing,” pungkasnya.