ACEH — Permintaan itu disampaikan Budi Santoso saat mengumpulkan para pelaku usaha dalam acara CEO Gathering yang digelar sebagai bagian dari persiapan menuju TEI ke-41. Ia menekankan bahwa kesuksesan pameran tidak hanya diukur dari keramaian stan, tetapi dari realisasi transaksi yang mampu didapatkan para eksportir.
"Jangan menunggu acara. Kalau bisa, buyer sudah di-handle dari sekarang," ujar Budi Santoso di hadapan para CEO yang hadir dalam pertemuan tersebut, kemarin.
Budi Santoso mendorong pengusaha untuk melakukan pendekatan lebih awal kepada calon pembeli, baik melalui komunikasi langsung maupun presentasi katalog produk secara digital. Langkah ini dinilai krusial untuk membangun kepercayaan sebelum pertemuan tatap muka di lokasi pameran.
Menurutnya, pola bisnis saat ini telah berubah. Buyer internasional cenderung melakukan riset mendalam dan screening awal sebelum memutuskan bertemu pemasok di sebuah pameran dagang. Oleh karena itu, komunikasi pra-acara menjadi penentu utama apakah transaksi akan terjadi atau hanya berhenti di tahap perkenalan.
Pemerintah menargetkan perolehan transaksi sebesar USD 17,5 miliar pada penyelenggaraan TEI tahun depan. Angka ini mencerminkan optimisme terhadap daya saing produk lokal di pasar global, meskipun tekanan ekonomi dunia masih membayangi permintaan.
Beberapa sektor yang selama ini menjadi kontributor utama transaksi dalam pameran tersebut meliputi:
Kementerian Perdagangan memastikan akan memfasilitasi pertemuan bisnis (business matching) yang lebih terarah antara eksportir dan buyer potensial dari negara-negara tujuan utama ekspor, seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan kawasan ASEAN.
Pesan Mendag ini menjadi sinyal penting bagi eksportir bahwa partisipasi di TEI bukan sekadar formalitas. Para pelaku usaha dituntut menyiapkan data produk, kapasitas produksi, dan skema pembayaran yang solid jauh hari sebelum acara berlangsung.
Bagi perusahaan yang selama ini mengandalkan transaksi langsung di lokasi, arahan ini mengubah cara pandang mereka. Kini, pameran lebih berfungsi sebagai ajang finalisasi kesepakatan yang sudah dirintis sejak lama, bukan tempat berburu pembeli baru secara instan.
Kesiapan logistik dan sampel produk juga menjadi perhatian. Eksportir disarankan memiliki stok barang contoh yang siap dikirim ke calon pembeli di luar negeri tanpa menunggu momentum pameran, sehingga proses negosiasi bisa berjalan lebih cepat dan efisien.