BPMA Aceh Dorong JOGMEC dan JAPEX Lanjut ke Eksplorasi Migas di Wilayah North Sumatra Basin

Penulis: Ragil  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:27:01 WIB
BPMA Aceh mendorong JOGMEC dan JAPEX melanjutkan joint study menjadi eksplorasi migas di Wilayah North Sumatra Basin.

Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) mendorong dua perusahaan Jepang, JOGMEC dan JAPEX, untuk melanjutkan hasil joint study menjadi kegiatan eksplorasi dan investasi di Aceh. Dorongan ini disampaikan menyusul pertemuan lanjutan yang membahas evaluasi potensi migas di Wilayah North Sumatra Basin (NSB) di Banda Aceh.

BANDA ACEH — Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) memastikan komitmennya untuk menjembatani kelanjutan kerja sama dua raksasa energi Jepang, Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC) dan Japan Petroleum Exploration (JAPEX), dari tahap studi bersama menuju realisasi eksplorasi di Aceh. Hal ini mengemuka dalam pertemuan lanjutan yang digelar di Banda Aceh, Sabtu, guna mengevaluasi perkembangan Joint Study (JS) Wilayah North Sumatra Basin (NSB) yang telah berjalan sekitar enam bulan terakhir.

Kepala BPMA, Mawardi Nur, menegaskan bahwa hasil kajian teknis tidak boleh berhenti sekadar menjadi laporan. Pihaknya mendorong agar studi yang melibatkan Universitas Padjadjaran (UNPAD) ini menjadi fondasi bagi tahapan kerja sama berikutnya yang lebih konkret.

“Harapan kami sangat jelas, joint study ini tidak berhenti pada sebuah laporan teknis, tetapi dapat menjadi dasar untuk melangkah ke tahap berikutnya, termasuk evaluasi lebih lanjut, eksplorasi dan pada akhirnya investasi di Aceh,” ujar Mawardi dalam keterangannya, Sabtu.

Enam Bulan Kajian Geologi dan Geofisika

Joint study NSB merupakan program kolaborasi yang mencakup survei, analisis, serta evaluasi data geologi dan geofisika di wilayah darat maupun lepas pantai cekungan Sumatra Utara. Kajian ini diarahkan untuk menemukan potensi sumber daya migas yang belum teridentifikasi di kawasan tersebut.

Mawardi menilai kajian ini memiliki arti penting tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga sebagai pintu masuk untuk membangun kemitraan strategis. Menurutnya, proses menuju investasi perlu didorong secara bertahap, mulai dari kajian dan evaluasi, menuju kegiatan eksplorasi hingga peluang pengembangan.

Jepang Lihat Sejarah Panjang Produksi Migas Aceh

Perwakilan JAPEX, Naohiro Yoshino, mengungkapkan alasan perusahaannya tertarik mendalami potensi di kawasan ini. Ia menilai NSB memiliki sejarah panjang dalam kegiatan produksi minyak dan gas bumi, sementara penemuan lapangan gas berskala besar dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan masih adanya potensi besar yang belum tergarap.

“Melalui joint study ini, kami ingin mengevaluasi lebih lanjut potensi eksplorasi di kawasan tersebut,” kata Naohiro.

Senada dengan itu, Perwakilan JOGMEC, Mashashi Muramoto, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan upaya memahami lebih jauh potensi migas di wilayah Sumatra bagian utara. Pihaknya berharap hasil kajian dapat memberikan gambaran komprehensif sekaligus membangun dasar yang kuat untuk pengembangan eksplorasi ke depan.

“Kerjasama dengan Indonesia sangat penting. Kami berharap hasil joint study ini memberikan manfaat bagi kedua negara, baik dalam mendukung pengembangan sumber daya migas Indonesia maupun memperkuat kerja sama energi antara Indonesia dan Jepang,” ujar Mashashi.

Jaminan Iklim Investasi dari BPMA

Untuk memuluskan kelanjutan kerja sama ini, BPMA menyatakan kesiapannya memfasilitasi seluruh proses koordinasi dengan pemangku kepentingan sesuai kewenangan. Mawardi menegaskan komitmennya untuk menciptakan iklim investasi hulu migas yang aman, kondusif, transparan, dan memberikan kepastian bagi investor.

“BPMA terbuka terhadap investor yang memiliki komitmen jangka panjang, kapasitas teknis dan finansial yang kuat. Kami siap mendukung proses ini melalui koordinasi dan fasilitasi sesuai kewenangan BPMA, sehingga berbagai tantangan dapat dibahas secara terbuka dan konstruktif,” tegas Mawardi.

Sebagai informasi, kedua perusahaan Jepang tersebut sebelumnya telah menunjukkan keseriusan dengan menyampaikan minat eksplorasi pada Blok Andaman 1 di lepas pantai Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen, lokasi yang pernah dibor oleh Repsol. Seluruh proses administrasi di Kementerian ESDM pun telah dijalankan.

Reporter: Ragil
Sumber: aceh.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top