Review Daihatsu Mira e:S 2026: Kei Car Rp 120 Jutaan yang Janjikan 27 Km/L, tapi Ada

Penulis: Sutomo  •  Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:16:31 WIB
Daihatsu Mira e:S 2026 untuk pasar Jepang hadir dengan klaim konsumsi bahan bakar 27 km/liter.

ACEH — Daihatsu baru saja memperbarui Mira e:S untuk pasar domestik Jepang. Mobil mungil bergenre kei car ini hadir dengan penyegaran pada sektor efisiensi bahan bakar dan paket keselamatan. Kami sudah merangkum spesifikasi, fitur, dan kelemahan yang perlu Anda ketahui sebelum mengeluarkan uang puluhan juta rupiah.

Harga dan Posisi di Lineup: Varian L Paling Murah, X Limited Paling Mewah

Daihatsu menyederhanakan lini Mira e:S. Trim B yang paling sederhana dihapus, dan varian G digantikan oleh X Limited. Kini pilihan varian lebih ringkas: L, X, dan X Limited.

Varian termurah, Mira e:S L dengan penggerak roda depan (FWD), dibanderol 1.096.700 yen atau sekitar Rp 120 jutaan. Sementara itu, varian tertinggi X Limited dengan penggerak 4WD dipatok 1.507.000 yen, atau sekitar Rp 167 jutaan. Selisih harga yang cukup jauh untuk fitur tambahan dan sistem penggerak yang berbeda.

Mesin 660 cc: Irit BBM Jadi Andalan Utama

Jantung pacunya masih mengandalkan mesin bensin tiga silinder 660 cc tanpa turbo. Daihatsu mengklaim ada pengembangan baru yang menghasilkan tenaga dan torsi lebih besar, meski angka resminya tidak disebutkan. Sebagai gambaran, model sebelumnya menghasilkan tenaga 48 hp dan torsi 57 Nm, yang disalurkan melalui transmisi CVT.

Peningkatan paling signifikan ada pada konsumsi bahan bakar. Mira e:S FWD terbaru mampu mencatat konsumsi rata-rata 27 km/l, meningkat sekitar 8% dibandingkan model sebelumnya. Angka ini tentu sangat menarik untuk penggunaan harian di perkotaan, tetapi perlu diingat ini adalah klaim pabrikan dengan metode pengukuran ala Jepang yang mungkin berbeda dengan kondisi lalu lintas Indonesia.

Fitur Keselamatan Smart Assist: Lebih Pintar dari Sebelumnya

Pembaruan terbesar ada pada paket keselamatan Smart Assist. Sistem pengereman otomatisnya kini bisa mendeteksi lebih banyak objek: sepeda yang melintas, kendaraan dari arah berlawanan saat berbelok di persimpangan, dan pejalan kaki yang mendekat dari arah berlawanan. Kemampuan deteksi pejalan kaki di malam hari juga menjadi fitur standar.

Batas kecepatan kerja sistem pengereman otomatis juga naik dari 60 km/jam menjadi 80 km/jam. Selain itu, sistem pencegah salah injak pedal saat parkir di bagian depan dan belakang kini dilengkapi kontrol pengereman aktif untuk mengurangi risiko kecelakaan pada kecepatan rendah. Ini adalah peningkatan substansial untuk mobil sekelas kei car.

Perubahan Desain dan Fitur: Minimalis dengan Tambahan Fungsional

Dari sisi eksterior, tidak ada perubahan desain yang signifikan. Daihatsu hanya menambahkan pilihan warna baru, yaitu Ceramic Green Metallic dan Grace Brown Crystal Mica. Lampu depan LED kini menjadi perlengkapan standar pada varian X dan X Limited.

Varian tertinggi X Limited mendapat fitur ekstra seperti tombol start, keyless entry, jok depan dengan pemanas, pengaturan ketinggian kursi pengemudi, setir tilt, AC otomatis, dan spion elektrik yang dapat dilipat. Fitur-fitur ini memang tidak mewah, tapi cukup untuk meningkatkan kenyamanan harian.

Kelebihan dan Kekurangan

  • Kelebihan: Efisiensi BBM kelas atas (27 km/l), fitur keselamatan lengkap untuk kelasnya, harga dasar terjangkau di Jepang.
  • Kekurangan: Mesin 660 cc tanpa turbo kurang bertenaga untuk jalan tol, harga varian tertinggi cukup mahal, dan statusnya masih mobil Jepang (tidak dijual resmi di Indonesia).

Verdict: Mobil Komuter Ideal di Jepang, tapi Perlu Pertimbangan untuk Indonesia

Daihatsu Mira e:S terbaru adalah kei car yang sangat efisien dan aman untuk pasar Jepang. Konsumsi BBM 27 km/l dan fitur keselamatan canggih menjadikannya pilihan menarik untuk komuter perkotaan. Namun, jika Anda di Indonesia, perlu diingat bahwa mobil ini tidak dijual resmi. Biaya impor, pajak, dan perbedaan spesifikasi bisa membuatnya jauh lebih mahal dari harga di Jepang. Untuk kebutuhan mobil murah dan irit di Indonesia, konsumen lokal mungkin lebih baik menunggu atau mempertimbangkan model lain yang sesuai dengan pasar kita.

Reporter: Sutomo
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top