BANDA ACEH — Kehadiran Sistem Informasi Pemerintahan Gampong Mulia (SIPGAM) di Kota Banda Aceh menjadi bukti bahwa solusi digital untuk layanan pemerintahan tidak selalu harus lahir dari kota besar. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyebut sistem ini dikembangkan sepenuhnya oleh talenta digital lokal Gampong Mulia.
"SIPGAM ini dibuat oleh talenta digital lokal Gampong Mulia sendiri. Itu salah satu contoh bagaimana talenta digital yang ada kalau kita didik dan kita kembangkan, dia bisa memberikan kontribusi yang nyata dalam memberikan solusi-solusi digital untuk daerahnya masing-masing," kata Nezar dalam keterangan resminya, dikutip di Jakarta, Senin (7/9/2026).
SIPGAM dirancang untuk menghimpun berbagai jenis informasi warga ke dalam satu platform terpadu. Sistem yang dapat diakses melalui website dan aplikasi smartphone ini tidak hanya menangani administrasi, tetapi juga data kesehatan penduduk setempat.
Nezar menjelaskan, sistem ini memuat layanan administrasi kependudukan dan manajemen persuratan digital yang dilengkapi fitur tanda tangan elektronik tersertifikasi. "Ada banyak fitur di sana dan yang paling penting adalah fitur layanan pemerintahan, misalnya untuk surat-menyurat dan pendataan," ujarnya.
Keunggulan lain SIPGAM adalah kemampuannya merekam kondisi kesehatan warga secara kolektif. Melalui data yang masuk, pemerintah gampong dapat mengetahui jenis penyakit yang paling banyak diderita warganya.
"Kita bisa lihat kondisi kesehatan warga, penyakit apa yang paling banyak diderita oleh warga. Semua data-data itu dihimpun dalam satu sistem informasi yang terpadu," kata Nezar menambahkan.
Tidak berhenti pada layanan administratif, SIPGAM juga menyediakan kanal pelaporan kedaruratan. Fitur ini memungkinkan warga melaporkan situasi darurat secara cepat melalui gampong, sehingga respons pemerintah desa bisa lebih sigap.
Kunjungan Nezar ke Gampong Mulia pada Kamis (3/9/2026) menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendorong transformasi digital dari tingkat akar rumput. Pemanfaatan sumber daya lokal dinilai menjadi kunci agar layanan digital pemerintah daerah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat setempat.