Harga Emas Antam Anjlok ke Rp 2,61 Juta per Gram, Buyback Ikut Tertekan

Penulis: Sutomo  •  Rabu, 09 September 2026 | 08:48:01 WIB
Harga emas batangan Antam tercatat Rp 2.610.000 per gram pada Rabu (9/9/2026), turun dari posisi sebelumnya.

ACEH — PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) menetapkan harga emas batangan Logam Mulia di level Rp 2.610.000 per gram pada Rabu (9/9/2026). Angka ini terkoreksi dari posisi hari sebelumnya yang tercatat di Rp 2.637.000 per gram.

Harga pembelian kembali (buyback) juga ikut tertekan lebih dalam. Antam mematok buyback di Rp 2.460.000 per gram, turun Rp 20.000 dibandingkan perdagangan kemarin. Selisih antara harga jual dan buyback saat ini mencapai Rp 150.000 per gram.

Tekanan Datang dari Pasar Global

Pelemahan harga emas Antam tidak lepas dari pergerakan emas dunia. Di pasar spot, harga emas global ditutup di US$ 4.349,8 per troy ons pada perdagangan kemarin, melemah 1,25% dan menjadi level terendah dalam sepekan.

Koreksi harga emas dunia biasanya langsung direspons Antam dengan menyesuaikan harga jual di dalam negeri. Hal ini karena acuan harga Logam Mulia mengikuti pergerakan pasar internasional.

Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini

Berikut rincian harga emas batangan Logam Mulia Antam untuk berbagai ukuran pada perdagangan hari ini:

  • Ukuran 0,5 gram: Rp 355.000
  • Ukuran 1 gram: Rp 610.000
  • Ukuran 5 gram: Rp 2.805.000
  • Ukuran 10 gram: Rp 5.510.000
  • Ukuran 25 gram: Rp 13.525.000
  • Ukuran 50 gram: Rp 26.850.000

Buyback Lebih Dalam dari Harga Jual

Penurunan buyback yang lebih besar dibandingkan harga jual membuat selisih keduanya melebar. Kondisi ini perlu dicermati investor yang hendak menjual kembali emas batangannya dalam waktu dekat.

Buyback adalah harga yang dibayarkan Antam ketika nasabah menjual kembali emas batangan ke gerai Logam Mulia. Semakin dalam koreksi buyback, semakin kecil nilai yang diterima investor saat mencairkan investasinya.

Investasi emas batangan tetap dianggap sebagai aset lindung nilai, tetapi pergerakan hariannya tetap perlu dipantau mengingat volatilitas harga global yang masih tinggi. Investasi mengandung risiko.

Reporter: Sutomo
Sumber: bloombergtechnoz.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top