ACEH — Ini menjadi pertemuan pertama kedua tim di SUGBK sejak 2019. Partai tersebut juga menandai laga kedua Persija di BRI Super League 2026/2027, dan panitia sudah menyiapkan 60 ribu tiket untuk pendukung tuan rumah.
Memija mengaku tidak sabar merasakan langsung atmosfer kandang Macan Kemayoran. Bek asal Bosnia Herzegovina itu menilai sorakan tribune bisa menjadi tambahan tenaga di momen-momen krusial.
“Cukup bantu kami dengan cara apa pun yang mereka bisa. Mereka bisa bernyanyi untuk kami, bersorak untuk kami, menjadi pemain ke-12 kami, dan semoga kami bisa merayakannya bersama setelah pertandingan,” kata Memija, Jumat (11/9/2026).
Menurut Memija, suara dari tribune memberi dorongan berbeda ketika pertandingan berjalan ketat. Ia ingin SUGBK terisi penuh supaya suasana positif terbangun untuk seluruh pemain.
“Kami bermain di kandang. Saya pikir kami adalah tim favorit. Kami akan mendapatkan dukungan suporter kami. Jadi, kenapa tidak? Kami akan berusaha untuk menang,” tuturnya.
Optimisme itu sejalan dengan respons pasar tiket. Dari 60 ribu lembar yang disiapkan, permintaan dari pendukung Macan Kemayoran disebut tinggi dan berpeluang habis sebelum kick-off.
Pelatih Persija, Shin Tae-yong, menyampaikan pesan serupa. Juru taktik asal Korea Selatan itu mengajak Jakmania menjaga ketertiban mulai dari sebelum kick-off, selama pertandingan, hingga usai laga.
Bagi Shin, dukungan tidak hanya relevan ketika tim sedang di atas angin. Jika hasil di lapangan tidak sesuai harapan, ia berharap kecintaan pada Persija tetap jadi alasan suporter menyuplai energi.
“Seandainya hasilnya tidak sesuai harapan, saya berharap Jakmania tetap memberikan dukungan yang keras atas dasar cinta kepada Persija, dukungan yang bisa menciptakan motivasi bagi kami ke depannya,” ucap Shin Tae-yong.
Bagi Persija, laga ini bukan sekadar partai kandang biasa. Kembalinya duel melawan Persib di SUGBK setelah absen tujuh tahun membuat tensi pertandingan naik sejak jauh hari.
Kemenangan akan memberi modal penting di pekan awal BRI Super League 2026/2027. Sebaliknya, hasil buruk di depan pendukung sendiri berpotensi mengganggu ritme tim yang baru menjalani satu laga.