ACEH — Jakarta — Harga jual emas Antam di laman resmi Logam Mulia tercatat Rp 2.604.000 per gram. Angka buyback atau harga beli kembali juga tidak berubah, tetap di Rp 2.454.000 per gram.
Buyback adalah nominal yang diterima pemilik emas saat menjual kembali batangannya ke Antam. Sementara harga jual adalah tarif resmi yang dikenakan Antam kepada konsumen.
Meski kini datar, harga emas Antam pernah mencetak all-time high pada Kamis (29/1/2026) di level Rp 3.168.000 per gram. Saat itu, harga buyback ikut melonjak ke Rp 2.989.000 per gram.
Artinya, harga saat ini sudah turun sekitar 17,8 persen dari puncak awal tahun. Bagi investor yang membeli di periode tersebut, posisi buyback kini berada jauh di bawah harga beli.
Fluktuasi harga emas Antam mengikuti dinamika pasar global, termasuk pergerakan harga emas dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dan sentimen suku bunga The Fed. Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Antam menjual emas dalam berbagai pecahan, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Berikut daftar lengkapnya per Minggu (13/9/2026):
Harga yang stagnan memberi ruang bagi calon pembeli untuk masuk tanpa tekanan kenaikan mendadak. Sebaliknya, pemilik emas yang berencana menjual dalam waktu dekat menghadapi selisih cukup lebar antara harga jual dan buyback, sekitar Rp 150.000 per gram.
Selisih itu menjadi pertimbangan utama bagi investor ritel yang membeli emas sebagai instrumen lindung nilai. Semakin sering transaksi jual-beli dilakukan, semakin besar potongan yang harus ditanggung.
Antam sendiri merupakan anggota holding pertambangan negara, MIND ID. Lini bisnis logam mulia menjadi salah satu penyumbang pendapatan perseroan selain komoditas nikel, bauksit, dan feronikel.
Bagi masyarakat umum, emas Antam masih menjadi pilihan tabungan fisik yang likuid karena bisa dijual kembali di hampir seluruh butik Logam Mulia di kota besar. Namun, harga yang bergerak mengikuti pasar membuat waktu beli dan jual menentukan hasil akhir.