Banjir dan Longsor Landa Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Tengah: 1 Warga Meninggal, 13 Luka, 12 Desa Terendam

Penulis: Ragil  •  Selasa, 15 September 2026 | 09:01:32 WIB
Petugas mengevakuasi korban longsor di Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara, Aceh Tengah.

BANDA ACEH — Longsor yang terjadi di Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, pada Senin (14/9/2026) dini hari mengakibatkan satu warga meninggal dunia dan 13 orang luka-luka. Seluruh korban luka dirawat di RSUD Datu Beru.

Material longsor juga berdampak pada empat rumah dan menutup akses jalan di kawasan tersebut. Petugas melakukan evakuasi korban, membersihkan material, memantau kondisi wilayah, dan melakukan pendataan lanjutan.

Banjir di Aceh Tenggara Rendam 12 Desa di Lima Kecamatan

Pada malam harinya, banjir melanda Aceh Tenggara. Bencana terjadi di 12 desa yang tersebar di Kecamatan Babussalam, Lawe Sigala-gala, Semadam, Bukit Tusam, dan Babul Makmur.

Rumah warga terendam lumpur. Jembatan terdampak, tanggul jebol, sementara akses jalan dan sejumlah fasilitas umum terganggu.

"BPBD Aceh Tenggara bersama aparat gampong telah melakukan pendataan, evakuasi warga, serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut," ujar Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi.

Jalan Blangkejeren-Kutacane Sempat Tertutup Longsor

Bencana pertama terjadi di Gayo Lues pada Minggu (13/9/2026) siang. Banjir merendam Desa Badak dan Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang.

Pada waktu yang sama, longsor terjadi di Kecamatan Putri Betung hingga menutup ruas jalan Blangkejeren-Kutacane dengan material longsor. Petugas menggunakan alat berat untuk membersihkan material dan membuka kembali akses jalan.

Tanah di Kawasan Bencana Dinilai Belum Kokoh

Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyatakan wilayah Aceh mulai memasuki musim hujan sehingga potensi bencana hidrometeorologi perlu diantisipasi.

"Bencana hidrometeorologi yang terjadi setahun lalu membuat tanah di kawasan bencana belum kokoh dan labil," kata Mualem melalui Nurlis Effendi di Banda Aceh, Senin (14/9/2026).

Mualem sebelumnya telah mengingatkan potensi bencana saat musim hujan. Pada 3 September 2026, ia meminta kesiapsiagaan ditingkatkan menyusul potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Aceh.

BMKG Ubah Status dari Siaga ke Waspada

BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat terjadi di Aceh mulai September hingga Februari mendatang. Status potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang sebelumnya masuk kategori Siaga kemudian berubah menjadi Waspada.

Mualem meminta pemerintah dan seluruh unsur terkait memperkuat mitigasi serta kesiapsiagaan sejak dini. Koordinasi dan respons cepat di lapangan juga perlu dipastikan untuk menghadapi kemungkinan bencana.

Ia juga meminta sinergi antara Forkopimda Aceh, TNI dan Polri, pemerintah kabupaten/kota, instansi terkait, serta perguruan tinggi negeri dan swasta diperkuat untuk memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas.

Reporter: Ragil
Sumber: masakini.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top