Sebanyak 22 desa yang tersebar di tujuh kecamatan Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh, terendam banjir luapan sungai setelah hujan deras mengguyur wilayah itu selama lima jam. Banjir tidak hanya menggenangi permukiman warga, tetapi juga menutup sejumlah ruas jalan nasional dan memicu kemacetan panjang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat telah mengerahkan tim reaksi cepat untuk mendata dan mengevakuasi warga terdampak.
BLANGPIDIE — Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kabupaten Aceh Barat Daya pada Rabu (16/9) sejak pukul 15.00 WIB hingga 20.00 WIB membuat sungai-sungai di wilayah itu meluap. Air bah kemudian merendam permukiman di 22 desa yang tersebar di tujuh kecamatan.
Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Abdya, Mukhsin, menyebut laporan sementara menunjukkan banjir luapan sungai terjadi akibat hujan lebat yang tidak berhenti selama lima jam tersebut.
Selain merendam rumah warga, banjir menggenangi sejumlah ruas jalan nasional di Abdya. Tiga titik yang terdampak berada di Desa Alue Mangota (Kecamatan Blangpidie), Desa Durian Jangek (Kecamatan Susoh), dan Desa Alue Padee (Kecamatan Kuala Batee).
Genangan di badan jalan membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas. Akibatnya, kemacetan panjang terjadi di ruas-ruas jalan tersebut.
Cuaca ekstrem juga menumbangkan satu unit tiang listrik milik PLN di Kecamatan Babahrot hingga roboh ke badan jalan. Di Desa Cot Mane, Kecamatan Jeumpa, satu unit rumah warga tertimbun tanah longsor.
BPBD Abdya mencatat desa-desa terdampak tersebar di tujuh kecamatan. Berikut rinciannya:
Mukhsin menuturkan, BPBD Abdya telah mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi banjir. Tim bertugas melakukan pemantauan, pendataan jumlah rumah terdampak, serta membantu evakuasi masyarakat.
"Kita sudah mengerahkan TRC untuk melakukan pemantauan, pendataan dan membantu evakuasi masyarakat di lokasi banjir," kata Mukhsin.
Hingga laporan sementara disampaikan, jumlah pasti rumah yang terdampak maupun warga yang mengungsi masih dalam proses pendataan petugas di lapangan.
Mukhsin mengimbau masyarakat Abdya, khususnya yang tinggal di kawasan lereng bukit dan bantaran sungai, untuk selalu waspada. Cuaca ekstrem masih berpotensi melanda wilayah setempat.
Warga diimbau segera melapor ke BPBD atau aparat desa jika melihat tanda-tanda banjir susulan, terutama saat hujan deras kembali turun dengan durasi panjang.