ACEH — Eagle Eye Drama resmi mengakuisisi hak adaptasi "The Great Dictator", biografi Dame Barbara Cartland karya Matthew Sweet. Buku terbitan Hodder & Stoughton itu mengupas sosok penulis yang novel romansanya terjual hampir satu miliar kopi dalam 38 bahasa. Cartland dikenal sebagai penulis terlaris ketiga sepanjang sejarah setelah William Shakespeare dan Agatha Christie.
Barbara Cartland lahir pada 1901 dan menjadi salah satu figur paling dikenal di Inggris sepanjang abad ke-20. Ia dijuluki "The Queen of Romance" berkat ratusan novel roman yang ia tulis sepanjang hidupnya.
Penampilannya ikonik: selalu mengenakan busana pink dan membawa anjing Pekingnya ke mana-mana. Cartland juga tokoh tetap dalam lingkaran high society Inggris, bergaul dengan para baron pers, politikus, aristokrat, hingga keluarga kerajaan.
Ia merupakan nenek tiri Putri Diana. Kedekatannya dengan lingkaran istana membuat namanya tak pernah jauh dari pemberitaan selama puluhan tahun.
Buku "The Great Dictator" karya Matthew Sweet terbit bulan ini melalui Hodder & Stoughton. Sweet adalah sejarawan, novelis, sekaligus penulis skenario yang juga menggarap serial "Bookish" yang diproduksi Eagle Eye.
Buku tersebut merupakan hasil riset bertahun-tahun atas kehidupan Cartland, termasuk akses ke arsip keluarga. Ulasan positif datang dari The Guardian, The Times, hingga dokumentaris Louis Theroux.
Tom Perrin, Editorial Consultant Hodder & Stoughton, menyebut buku itu "a runaway success" sejak terbit dan masuk daftar panjang Baillie Gifford Prize.
CEO Eagle Eye Drama Walter Iuzzolino menilai kisah Cartland punya daya tarik dramatis yang kuat. Menurutnya, akses Sweet ke arsip keluarga menghasilkan temuan yang lebih menarik dari plot novel-novel Cartland sendiri.
"Matthew Sweet gained unparalleled access to the Cartland family archives, and what he has uncovered is a story more compelling and unbelievable than her most outlandish plots, which will provide a wonderful bedrock to build an unmissable scripted series," ujar Iuzzolino.
Chief Creative Officer Eagle Eye Jo McGrath menyebut Cartland sebagai "gift of a role for a great actress". Ia menggambarkan Cartland sebagai sosok yang dicintai sekaligus dicemooh dengan porsi setara.
"Known for her outlandish pink chiffon clothes and thick Meltonian black shoe cream mascara, she is a figure who has been loved and scorned in equal measure," kata McGrath.
McGrath juga menyoroti kehidupan cinta Cartland yang ironis. Di satu sisi ia pembela gigih cinta romantis, di sisi lain kehidupan pribadinya jauh dari idilis dan cenderung skandalus.
Cartland disebut berteman dengan Winston Churchill dan pernah makan malam bersama Margaret Thatcher. Kepada Thatcher, ia bahkan meresepkan pengobatan alternatif dan suplemen oksigen.
Eagle Eye Drama paling dikenal lewat "Bookish", serial kriminal ringan yang dibintangi Mark Gatiss sebagai detektif pascaperang. Serial itu diperpanjang untuk musim ketiga dan spesial liburan bulan lalu.
Rumah produksi milik ITV Studios itu juga menggarap "The Couple Next Door" untuk Channel 4, serta "Patience" dan drama Ben Miller "Professor T" untuk ITV. Eagle Eye tengah mengadaptasi serial kriminal Richard Armitage berjudul "Winter" setelah mengamankan hak bukunya.
Sweet menyambut akuisisi ini dengan antusias. "I feel like I've been caught up in a pink chiffon whirlwind in the last few days, with the reviews and the Baillie Gifford longlist. Now Eagle Eye Drama has acquired the rights to bring The Great Dictator to television. They are the perfect producers and I know they will bring Barbara's world to life with impeccable style," ujarnya.
Adaptasi "The Great Dictator" menambah daftar proyek biografi tokoh sastra yang digarap rumah produksi Inggris, seiring meningkatnya permintaan platform streaming akan drama period bertokoh kuat.