Museum NTB Pamerkan 10 Koleksi Bertema Sekardiyu di MotoGP Mandalika 2026

Penulis: Fajar  •  Senin, 21 September 2026 | 21:33:01 WIB
Museum NTB menyiapkan pameran budaya bertajuk Speed, Energy, and Connection di Sirkuit Mandalika.

ACEH — Museum Negeri Nusa Tenggara Barat menyiapkan pameran budaya bertajuk Speed, Energy, and Connection yang digelar bersamaan dengan MotoGP Mandalika 2026 pada Oktober mendatang. Sebanyak 10 koleksi akan ditampilkan, dengan Wayang Sekardiyu sebagai objek utama yang menghubungkan gerak, kekuatan, dan tradisi masyarakat NTB.

Pameran ini menempati kawasan Sirkuit Mandalika, lokasi yang sama seperti penyelenggaraan tahun sebelumnya. Bedanya, Museum NTB kini tidak lagi berbagi ruang dengan peserta lain sehingga penataan bisa lebih fokus pada tema yang dirancang.

Persiapan sudah memasuki tahap teknis. Tim mulai mengukur ruang dan menyiapkan materi pendukung, termasuk brosur atau leaflet. Penataan ruang pamer dijadwalkan dimulai pada 8 Oktober.

Sepuluh Koleksi, Satu Cerita Sekardiyu

Koleksi yang akan dipamerkan meliputi Wayang Jayengrana, Wayang Sekardiyu, Naskah Lontar Jayengrana, Kain Songket Lombok bermotif kuda, Kain Kemalik bermotif Jayengrana dan Munigarim, Lukisan Nyongkolan, foto arakan Jaran Kamput, dua pasang Jaran Kamput, serta Cale atau Kacip Pinang bermotif kuda.

Pamong Budaya Madya Museum NTB, Gusti Ayu, menjelaskan bahwa koleksi-koleksi tersebut disusun dalam tiga subtema yang merujuk pada judul pameran.

"Sekardiyu dipilih sebagai objek utama karena memiliki keterkaitan dengan gagasan yang ingin dibangun melalui pameran," ujarnya.

Tiga Subtema: Speed, Energy, dan Connection

Tema speed diangkat untuk menggambarkan gerak, perjalanan, dan dinamika. Energy merepresentasikan kekuatan, semangat, dan daya hidup. Sementara connection memperlihatkan hubungan Sekardiyu dengan manusia dan lingkungannya.

"Jadi setiap tema memiliki koleksi yang akan ditampilkan. Misalnya, pada tema speed kami akan menyajikan Naskah Kuno Jayengrana dan koleksi Sekardiyu putih," kata Gusti Ayu.

Ketua Pameran, Gunarti, menyebut kondisi ruang yang tidak dibagi dengan peserta lain memberi keleluasaan bagi tim untuk menata sesuai tema.

"Untuk tempat masih seperti tahun lalu. Namun, tahun ini tidak ada peserta lain seperti tahun sebelumnya sehingga penataan ruang bisa lebih fokus pada tema pameran," ujarnya.

Menyusun Koleksi agar Saling Terhubung

Kasi Layanan dan Edukasi Museum NTB, Raden Heru, menekankan bahwa tata ruang menjadi bagian penting dalam pameran kali ini. Koleksi tidak hanya ditempatkan sebagai benda yang dilihat pengunjung, tetapi harus saling terhubung untuk membentuk sebuah cerita.

"Kami ingin setiap benda memiliki hubungan dengan benda lainnya sehingga pengunjung bisa mengikuti cerita yang dibangun dalam pameran," katanya.

Museum NTB telah menyusun materi pameran dan mengukur layout untuk menampilkan koleksi. Pengukuran dilakukan untuk memastikan kebutuhan ruang dan penempatan koleksi.

Mempertemukan MotoGP dan Tradisi NTB

Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, mengatakan tema Speed, Energy, and Connection sengaja dibangun untuk mempertemukan dua konteks berbeda dalam satu ruang pamer. MotoGP hadir dengan kecepatan, energi, dan dinamika teknologi di lintasan. Sekardiyu membawa cerita tentang gerak, kekuatan, perjalanan, dan hubungan manusia dengan tradisi.

"Ketika kita berbicara tentang Speed, Energy, and Connection, MotoGP hadir dengan kecepatan dan energi di lintasan, sementara Sekardiyu membawa gagasan tentang gerak, kekuatan, dan hubungan manusia dengan tradisi," ujarnya.

Pertemuan kedua konteks tersebut menjadi bagian dari upaya Museum NTB mengajak pengunjung MotoGP melihat bagaimana masyarakat NTB menerjemahkan gerak, kekuatan, energi, dan keterhubungan dalam kehidupan budaya.

Reporter: Fajar
Sumber: suarantb.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top