MERAUKE — Stan TNI AD di bazar murah HUT TNI ke-81 menyajikan kopi tradisional Aceh yang diracik langsung oleh prajurit asal Lhoksukon, Aceh Utara. Ardi Rahmat Sentana, anggota TNI AD yang bertugas di Makorem 174/ATW, membawa resep keluarga peracik kopi ke Bumi Anim Ha. Dua varian disiapkan: kopi Sanger Aceh dan Americano, tersedia panas maupun dingin.
Pengunjung yang singgah di stan tersebut bisa mencoba kopi Sanger panas seharga Rp 20.000 dan dingin Rp 25.000. Untuk Americano, harga panas dipatok Rp 12.000 dan dingin Rp 15.000. Sejumlah pengunjung tertarik mencoba cita rasa kopi dari Tanah Rencong yang sudah dikenal luas.
Ardi bukan orang baru di dunia perkopian. Ia tumbuh di keluarga peracik kopi dan memiliki warung kopi di kampung halamannya. Sejak kecil ia terbiasa melihat orang tuanya meracik kopi di warung.
Kebiasaan itu terbawa saat ia ditugaskan ke Merauke. Sebagai pegiat kopi, Ardi melanjutkan kegemarannya dengan memasarkan kopi tradisional Aceh di sela tugasnya. Ia mengaku tidak menyangka peminatnya cukup banyak.
“Saya menggunakan bubuk kopi dari Gayo dan murni kopi Arabica. Saya ingin memperkenalkan kopi Aceh di Merauke sehingga masyarakat juga bisa menikmati kopi asli Aceh,” ujar Ardi kepada Pacific Pos, Rabu (23/9).
Menurut Ardi, kopi Aceh punya aroma kuat dan harum. Karakternya tidak hilang meski dicampur bahan tambahan apa pun. Rasa asam dan pahitnya yang khas memberi sensasi berbeda bagi penikmatnya.
Ardi sudah sekitar satu tahun bertugas di Merauke dan baru pertama kali ditugaskan di Papua. Ia melihat banyak penikmat kopi di kota itu, sehingga tergerak memperkenalkan kopi daerah asalnya.
“Alhamdulillah, banyak yang suka dengan kopi Aceh, stan selalu ramai pembeli. Bahkan ada yang meminta nomor telepon saya untuk memesan via online,” ungkap Ardi.
Karena belum mendapat tempat strategis, Ardi sementara berjualan di lingkungan asrama tempat tinggalnya di Makorem 174/ATW. Meski begitu, permintaan tetap datang, termasuk pesanan lewat jalur online.
Ardi berharap kopi Aceh semakin dikenal dan mendapat tempat di hati penikmat kopi Kota Rusa. Menurutnya, setiap daerah di Indonesia punya ciri khas kopi masing-masing yang memperkaya cita rasa nusantara.