BANDA ACEH — Kegiatan intensif Program Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit dalam rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDM-Perkebunan) menyasar petani swadaya yang selama ini mengelola kebun secara mandiri. Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Timur turut terlibat sebagai mitra pelaksana di daerah.
BPI Bogor ditunjuk sebagai penyelenggara pelatihan. Lembaga itu disebut telah dipercaya menyelenggarakan pelatihan teknis budidaya kelapa sawit sejak 2022 hingga sekarang, lima tahun berturut-turut.
Tanaman sawit membutuhkan unsur hara dalam jumlah cukup dan seimbang untuk mendukung pertumbuhan vegetatif (akar, batang, daun) sekaligus generatif (bunga dan buah). Pengelolaan pemupukan yang tepat tidak hanya soal berapa banyak pupuk diberikan.
Jenis pupuk, dosis, waktu aplikasi, cara aplikasi, kondisi tanah, umur tanaman, dan target produksi ikut menentukan hasil. Karena itu pemupukan menjadi salah satu materi utama dalam pelatihan sepekan ini.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi teknis dari mentor dan narasumber BPI. Materi pemupukan mencakup tujuh bahasan utama:
Peserta tidak hanya menerima materi teori di kelas. Pada Kamis, 10 September 2026, mereka melakukan kunjungan lapangan ke PT Agro Sinergi Nusantara (ASN) di Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya.
Di lokasi itu peserta belajar langsung soal pemupukan sawit. Tujuannya antara lain memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman, mendukung pertumbuhan akar hingga buah, serta mempertahankan kesehatan dan produktivitas tanaman.
Pemupukan juga berfungsi menggantikan unsur hara yang terangkut melalui hasil panen dan meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk. Dalam jangka panjang, praktik ini menjaga kesuburan serta produktivitas tanah.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP. MP, berharap peserta memanfaatkan pelatihan ini secara optimal.
"Jangan sampai kegiatan ini menjadi sia-sia tidak memberikan manfaat yang positif bagi petani," ujarnya dalam sambutan.
Azanuddin meminta ilmu yang diperoleh dipraktikkan dalam merawat kebun sawit di daerah masing-masing. Peserta juga diminta menularkan pengetahuan itu kepada petani lain di sekitarnya.