LHOKSEUMAWE — Wakil Rektor Bidang Akademik Unimal, Dr. Ir. Azhari, ASEAN Eng, menyebut prosesi wisuda dibagi dua hari untuk mengakomodasi seluruh lulusan. Selain Ali Imran, Senator DPD RI Azhari Cage juga meraih gelar Magister Administrasi Publik pada prosesi yang sama.
Dari 1.247 lulusan, sebanyak 429 orang menyelesaikan studi dengan predikat Dengan Pujian. Jumlah itu setara sekitar sepertiga dari total wisudawan angkatan ke-39.
Brigjen TNI Ali Imran saat ini menjabat Komandan Korem 011/Lilawangsa sekaligus Danrindam Iskandar Muda. Ia menempuh pendidikan Magister Manajemen di Unimal.
"Sejumlah tokoh juga mengikuti prosesi wisuda. Brigjen TNI Ali Imran dikukuhkan sebagai lulusan Magister Manajemen. Ia saat ini menjabat Komandan Korem 011/Lilawangsa sekaligus Danrindam Iskandar Muda. Selain itu, Senator DPD RI Azhari Cage juga meraih gelar Magister Administrasi Publik," terang Azhari.
Rektor Unimal, Prof. Dr. Herman Fithra, ASEAN Eng, menegaskan wisuda bukan akhir dari proses belajar. Menurutnya, lulusan harus membawa bekal karakter saat memasuki dunia kerja dan masyarakat.
"Ilmu harus berjalan bersama karakter, etika, dan tanggung jawab," kata Herman.
Herman juga memaparkan capaian institusi, termasuk akreditasi unggul dan jumlah profesor yang kini mencapai 25 orang. Capaian itu disebutnya sebagai hasil kerja seluruh sivitas akademika.
"Penguatan sumber daya manusia menjadi modal penting bagi Unimal untuk menghasilkan lulusan yang mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah dan Indonesia," sebutnya.
Rektor membekali para wisudawan dengan prinsip JITUFK: jujur, inisiatif, tanggung jawab, berpikir luas, fokus, dan konsisten. Para lulusan diminta tidak berhenti belajar setelah menerima ijazah.
"Seseorang tidak cukup hanya memiliki semangat untuk memulai, tetapi juga harus mampu mempertahankan komitmen hingga mencapai tujuan. Jadilah alumni yang mampu menginspirasi dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat," pesannya.
Usai prosesi, Ali Imran menyampaikan pendidikan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan memperluas wawasan dalam menjalankan tugas. Ia menyoroti kebutuhan ilmu terapan bagi prajurit di berbagai bidang.
"Memperdalam ilmu terapan seperti manajemen pertahanan, hukum, teknik militer, psikologi, hingga logistik yang sangat dibutuhkan dalam mendukung tugas pokok kedinasan," kata Ali Imran.
Menurutnya, tantangan teknologi siber, kecerdasan buatan, dan alutsista modern menuntut prajurit memiliki kapasitas akademis yang mumpuni. Ia mendorong anggota TNI memanfaatkan waktu untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin.
"Menghadapi perkembangan teknologi siber, kecerdasan buatan (AI), dan alutsista modern, prajurit dituntut memiliki kapasitas akademis yang mumpuni agar adaptif terhadap taktik perang modern. Jika ada waktu, timbala ilmu setinggi-tingginya," ujarnya.
Wisuda angkatan ke-39 menjadi momentum bagi 1.247 lulusan Unimal untuk melanjutkan perjalanan di dunia kerja, masyarakat, maupun bidang pengabdian sesuai kompetensi masing-masing.