Instagram Rilis Editor Video AI di Aplikasi Edits untuk Kreator

Penulis: Fajar  •  Rabu, 30 September 2026 | 21:32:01 WIB
Instagram menghadirkan asisten editing video berbasis AI di aplikasi Edits untuk kreator konten.

ACEH — Instagram menghadirkan asisten editing video berbasis AI di aplikasi Edits, alat kompetitor CapCut yang menyasar kreator konten. Fitur ini menganalisis metrik akun seperti jumlah tayangan, retensi video, hingga komentar untuk memberi masukan yang dipersonalisasi, bukan saran generik. Pengguna bisa mengaksesnya secara terbatas, dengan kuota tambahan lewat langganan Meta One.

Asisten AI di Edits dirancang membaca performa akun kreator secara menyeluruh, lalu menerjemahkannya jadi rekomendasi yang bisa langsung dieksekusi. Brett Westervelt, yang memimpin pengembangan aplikasi Edits, menyebut asisten ini memahami metrik Instagram milik pengguna, mulai dari jumlah pengikut, tayangan, retensi video, suka, hingga bagi ulang.

Data itu digabung dengan komentar, tren yang sedang naik di Instagram, dan minat audiens. Dari situ, asisten bisa menemukan pola performa dari waktu ke waktu dan memunculkan insight yang sulit terlihat hanya dari angka metrik mentah.

Kemampuan Analisis, Bukan Pengganti Kreativitas

Westervelt menegaskan Edits dikembangkan bersama sekelompok kreator. Salah satu masukan yang paling sering muncul adalah keinginan punya alat yang menangani analisis, bukan yang mengerjakan bagian kreatifnya.

"One thing we heard consistently: creators want a tool that handles the analysis, not one that does the creative work for them," tulis Westervelt dalam blog post. "Edits assistant does the digging for you. The creative calls are still yours."

Artinya, keputusan kreatif tetap di tangan kreator. Asisten hanya menyodorkan temuan dan saran, sementara eksekusi konten tetap milik pengguna.

Jejak Pengembangan Sejak Juni

Meta pertama kali memamerkan asisten AI Edits pada Juni di sebuah acara kreator bersifat undangan. Di kesempatan yang sama, Meta menyebut sedang menggarap aplikasi desktop Edits.

Langkah Meta ini bukan yang pertama di pasar. YouTube pekan lalu mengumumkan tengah mengembangkan alat editing video konversasional yang rencananya tersedia awal tahun depan.

Bedanya, pendekatan Meta terlihat lebih berbasis analitik. YouTube mengisyaratkan kreator akan memakai AI-nya untuk membantu proses editing itu sendiri, sementara Edits menempatkan AI sebagai penganalisis performa.

Batas Penggunaan dan Langganan Meta One

Kreator tidak bisa memakai alat AI ini tanpa batas. Ada kuota pemakaian yang berlaku, dan pengguna bisa membuka kapasitas lebih lewat langganan Meta One.

Detail harga maupun besar kuota yang diberikan belum disebutkan dalam pengumuman resmi. Yang jelas, model monetisasi lewat langganan ini sejalan dengan arah Meta yang makin gencar menawarkan layanan berbayar di ekosistem aplikasinya.

Bagi kreator Indonesia yang aktif di Instagram, kehadiran asisten ini berpotensi memangkas waktu analisis manual. Selama ini banyak kreator mengandalkan aplikasi pihak ketiga atau spreadsheet untuk melacak performa konten.

Kehadiran Edits dengan asisten AI-nya bisa jadi alternatif yang lebih terintegrasi, asalkan kuota gratisnya cukup untuk kebutuhan harian. Kreator yang serius menggarap konten dan ingin keputusan berbasis data paling diuntungkan dari fitur ini.

Reporter: Fajar
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top