ACEH JAYA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan episenter gempa berada pada koordinat 4,54 Lintang Utara dan 95,01 Bujur Timur. Getaran berpusat di laut, sekitar 65 kilometer dari daratan Calang, ibu kota Kabupaten Aceh Jaya.
Kedalaman gempa tercatat 26 kilometer. Parameter awal ini masih dapat berubah seiring kelengkapan data yang dihimpun BMKG.
BMKG menegaskan informasi gempa tahap awal diproses dengan mengutamakan kecepatan penyampaian kepada masyarakat. Konsekuensinya, hasil pengolahan data belum stabil.
"Informasi ini mengutamakan kecepatan. Sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," ucap BMKG.
Artinya, angka magnitudo, lokasi episenter, maupun kedalaman gempa berpotensi diperbarui. BMKG biasanya merilis pembaruan resmi setelah data dari stasiun pemantau lengkap terkumpul.
Masyarakat di sekitar wilayah Aceh Jaya diimbau tetap tenang. BMKG meminta warga mengikuti perkembangan informasi hanya dari kanal resmi lembaga tersebut.
"Informasi mengenai gempa susulan maupun perubahan parameter gempa sebaiknya merujuk pada pembaruan resmi dari BMKG. Masyarakat jangan terpancing dengan informasi-informasi hoaks," ujar BMKG.
Wilayah barat Aceh memang berada di zona pertemuan lempeng yang aktif. Gempa dengan magnitudo menengah kerap tercatat di kawasan ini, baik yang berpusat di laut maupun di daratan.
Warga yang merasakan getaran susulan disarankan menjauhi bangunan retak dan mencari ruang terbuka. Pastikan juga jalur evakuasi di lingkungan tempat tinggal tidak terhalang.
Hingga informasi ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa tersebut. Data dari BPBD setempat masih menunggu konfirmasi lapangan.