ACEH — Presiden RI memberi lampu hijau bagi masyarakat berkacamata untuk mengikuti rekrutmen TNI dan Polri. Kebijakan itu disampaikan Menko Polkam Dudung Abdurachman usai taklimat Presiden kepada 800 perwira tinggi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (7/10/2026). Keputusan ini membuka peluang lebih luas bagi calon prajurit dan anggota kepolisian yang sebelumnya terkendala syarat penglihatan.
Kabar baik datang bagi calon pendaftar TNI dan Polri yang selama ini merasa terhalang kondisi mata. Pemerintah memastikan rekrutmen kedua institusi tidak lagi menutup pintu bagi pelamar berkacamata. Dudung menyampaikan hal itu setelah Presiden memberikan arahan langsung kepada ratusan perwira tinggi aktif maupun purnawirawan.
Kebijakan tersebut menjadi sinyal perubahan pada salah satu syarat seleksi yang paling sering menggugurkan pelamar. Selama bertahun-tahun, kondisi penglihatan menjadi penyaring ketat di tahap awal, terutama untuk posisi lapangan dan tempur. Relaksasi aturan ini disebut sebagai bentuk apresiasi negara terhadap minat generasi muda masuk institusi keamanan.
Dudung menjelaskan, Presiden menyampaikan penghargaan atas kontribusi kedua institusi dalam mendukung program pemerintah. Dukungan itu mencakup sektor ketahanan pangan, ketahanan energi, hingga pemeliharaan situasi keamanan nasional.
"Tadi atas sumbangsih para TNI dan Polisi yang selama ini mendukung program pemerintah baik ketahanan pangan, ketahanan energi termasuk menjaga situasi keamanan saat ini, beliau mengapresiasi," ujar Dudung kepada awak media.
Taklimat berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta dan dihadiri sekitar 800 perwira tinggi. Forum itu menjadi ajang komunikasi langsung antara kepala negara dan jajaran pimpinan kedua institusi.
Bagi pencari kerja yang berminat menempuh karier sebagai prajurit atau anggota kepolisian, aturan baru ini menghapus salah satu kekhawatiran terbesar. Pelamar yang memakai kacamata kini punya kesempatan mengikuti tahapan seleksi yang sama dengan peserta lain.
Meski demikian, ketentuan teknis mengenai batas ukuran lensa, jenis kelainan refraksi yang ditoleransi, dan posisi yang membuka syarat ini belum dirinci dalam pengumuman tersebut. Calon pelamar tetap perlu menunggu petunjuk resmi dari masing-masing institusi.
Sebelum pendaftaran resmi dibuka, ada beberapa hal yang bisa dipersiapkan lebih awal. Pemeriksaan mata di klinik atau rumah sakit menjadi langkah pertama untuk mengetahui kondisi penglihatan secara akurat.
Belum ada tanggal resmi pembukaan pendaftaran yang diumumkan dalam taklimat tersebut. Informasi lengkap mengenai jadwal, formasi, dan persyaratan dapat diakses melalui website resmi TNI dan Polri, atau melalui akun media sosial resmi masing-masing institusi.
Calon pelamar disarankan tidak mempercayai pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu. Seluruh proses rekrutmen TNI dan Polri tidak memungut biaya apa pun.
Perbaiki kondisi mata jauh sebelum pendaftaran dibuka, misalnya dengan memeriksakan diri ke dokter spesialis dan mengikuti anjuran perawatan. Jangan menunda latihan fisik hanya karena syarat penglihatan sudah dilonggarkan, sebab tes kesamaptaan tetap menjadi tahap penentu.
Peluang karier di TNI dan Polri kini lebih terbuka bagi mereka yang sebelumnya ragu mendaftar karena alasan penglihatan.