LANGSA — Pemantauan IQAir memperbarui data kualitas udara Kota Langsa pada Kamis (15/10/2026) pukul 10.00 waktu setempat. Indeks AQI menyentuh angka 100 dengan polutan dominan PM2.5. Angka itu menjadikan Langsa salah satu daerah di Aceh yang perlu diwaspadai warganya sebelum beraktivitas di luar rumah.
Konsentrasi PM2.5 di Langsa tercatat 35,3 µg/m³. Nilai ini 7,1 kali lebih tinggi dibanding panduan rata-rata tahunan yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Data tersebut dihimpun lewat model berbasis satelit, sehingga sifatnya estimasi pada waktu pembaruan.
IQAir menyarankan kelompok sensitif—anak-anak, lansia, dan warga dengan gangguan pernapasan—mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan. Masker tetap dipakai saat terpaksa keluar rumah, dan jendela sebaiknya ditutup untuk menekan paparan udara luar.
Bagi yang beraktivitas di dalam ruangan, IQAir merekomendasikan penggunaan alat pemurni udara. Langkah ini untuk menjaga kualitas udara dalam rumah tetap terkendali selama konsentrasi PM2.5 belum turun.
Kondisi ini muncul bersamaan dengan laporan sebaran kabut asap di sejumlah wilayah Aceh. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi kabut asap yang menyelimuti Aceh berasal dari karhutla yang terpantau lewat citra satelit Himawari-9.
Pemantauan satelit pada Rabu (14/10/2026) pukul 16.00 WIB mendeteksi sebaran asap di banyak titik Sumatera dan Kalimantan. Di Sumatera, asap terpantau di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, dan Lampung. Sementara di Kalimantan, sebaran asap terdeteksi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Data IQAir di Langsa dan informasi sebaran asap BMKG merupakan dua hasil pemantauan yang berbeda. Belum ada cukup bukti untuk memastikan seberapa besar kontribusi asap karhutla terhadap konsentrasi PM2.5 di Langsa.
Masyarakat diimbau memantau pembaruan kualitas udara dan informasi resmi dari instansi terkait. Langkah ini penting sebelum menentukan apakah aktivitas di luar ruangan aman dilakukan, terutama bagi warga yang masuk kelompok sensitif.
Pembaruan data IQAir di Langsa dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi lapangan. Warga diharapkan tidak hanya berpatokan pada satu sumber, tetapi juga mencermati arahan dinas lingkungan hidup dan BMKG setempat.