BANDA ACEH — Kepengurusan Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) Provinsi Aceh masa bakti 2026-2029 resmi dilantik dalam seremoni di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Rabu (14/10/2026) malam. Pelantikan dipimpin Ketua Umum FPRMI Pusat Bernadus Wilson Lumi.
Surat Keputusan (SK) Pengurus Pusat FPRMI tentang pengesahan kepengurusan FPRMI Aceh dibacakan Sekretaris Jenderal FPRMI Helmi Halim. SK tersebut ditetapkan di Jakarta pada 2 Juli 2026.
Muhammad Saleh dipercaya memimpin FPRMI Aceh sebagai Ketua, didampingi Wakil Ketua Muhammad Zairin dan T. Maimun Umar. Afrizal menjabat Sekretaris dengan Wakil Sekretaris Juli Saidi, sementara posisi Bendahara diemban Fazliana dan Wakil Bendahara Qahar Muzakar.
Muhammad Saleh menegaskan pengurus dan anggota FPRMI Aceh siap berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai pihak. Tujuannya melahirkan produk jurnalistik yang profesional dan berkualitas sesuai Kode Etik Jurnalistik serta Etika Pers.
Menurut Saleh, kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci untuk memperkuat kualitas informasi yang diterima masyarakat Aceh. Forum ini juga diharapkan menjadi ruang berbagi pemahaman bagi insan media di daerah.
Ketua Umum FPRMI Pusat Bernadus Wilson Lumi berharap pelantikan menjadi momentum memperkuat profesionalisme pers dan meningkatkan kualitas informasi. Media dinilai punya peran penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Bernadus menekankan pengurus yang telah dilantik dapat menjadi wadah edukasi bagi insan media. Khususnya mereka yang masih membutuhkan penguatan pengetahuan tentang dunia jurnalistik.
"Untuk yang belum mengerti, kita berikan pengertian. Yang belum paham, kita berikan pemahaman. Ini adalah tugas kita selaku pengurus," ujar Bernadus Wilson Lumi.
Menurut Bernadus, FPRMI Multimedia Indonesia memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas insan pers. Tujuannya agar mampu menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dan bertanggung jawab.
Dewan Pembina FPRMI Aceh M. Nasir, S.IP., MPA menegaskan pentingnya memperkuat peran forum dalam menjaga kualitas informasi yang dipublikasikan media. Forum diharapkan menjadi filter informasi sekaligus mendorong pengawasan profesional terhadap perkembangan media di Aceh.
"Penguatan perlu dilakukan oleh forum ini. Saya harap teman-teman dapat membangun profesionalisme dan menjalankan fungsi pengawasan terhadap media secara profesional," ujar M. Nasir.
M. Nasir menekankan media memiliki peran strategis dalam mendukung program pembangunan pemerintah. Terutama mendorong pertumbuhan ekonomi dan membantu menurunkan angka kemiskinan melalui informasi yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan masyarakat.
"Saya harap kita benar-benar profesional dalam mendorong Pemerintah Aceh untuk memastikan seluruh target pembangunan di Aceh dapat tercapai," tegasnya.
Dewan Pembina FPRMI Aceh terdiri atas H. Muzakir Manaf, Fadhullah, M. Nasir Syamaun, dan Amir Rida. Sementara dewan penasihat dijabat Muktaruddin Usman dan Nasir Nurdin.
Acara pelantikan turut dihadiri Gubernur Aceh yang diwakili Asisten I Setda Aceh Drs Syakir, M.Si, serta perwakilan Kapolda Aceh dan Pangdam IM. Hadir pula perwakilan Kajati Aceh, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sekretaris Jenderal FPRMI, dan perwakilan Kadiv Humas Mabes Polri.
Sejumlah kepala daerah dan penyelenggara pemilu tampak hadir, termasuk Wali Kota Banda Aceh, Bupati Aceh Besar, Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP), dan Ketua Bawaslu. Pada kesempatan itu juga diserahkan plakat kepada mitra yang telah berkolaborasi dengan FPRMI Aceh, di antaranya Pemerintah Kota Banda Aceh, Bank Aceh Syariah, BSI Regional Aceh, PT Solusi Bangun Andalas, PT Takabeya Perkasa Group, PT PEMA, dan PT PEMA Global Energi.