Ramp Raih Valuasi US$60 Miliar, Fokus Bisnis AI Makin Dalam

Penulis: Ragil  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:48:01 WIB
Ilustrasi logo Ramp dalam berita valuasi perusahaan.

ACEH — Ramp mengumpulkan pendanaan US$1,85 miliar dalam putaran terbaru yang menempatkan valuasinya di US$60 miliar, hanya empat bulan setelah dibukukan US$44 miliar. Perusahaan manajemen pengeluaran asal Amerika Serikat itu kini mencatat pendapatan tahunan menembus US$2 miliar dan 85.000 pelanggan korporat. Langkah ini menandai pergeseran Ramp dari sekadar alat kelola biaya kantor menjadi platform operasi keuangan berbasis kecerdasan buatan.

Dragoneer Investment Group dan Thrive Capital memimpin putaran pendanaan tersebut, ditemani Founders Fund, Sands Capital, serta Avenir Growth. Total dana yang dihimpun Ramp sejak berdiri kini mendekati US$5 miliar, angka yang menempatkannya di jajaran perusahaan rintisan paling banyak disuntik modal di sektor perangkat lunak keuangan.

Pertumbuhan pendapatan tahunan Ramp tercatat 25 persen lebih cepat dibanding periode serupa tahun lalu. Volume pembelian yang difasilitasi platformnya mencapai lebih dari US$275 miliar per tahun, naik 175 persen secara tahunan.

Dari Manajemen Pengeluaran ke Platform AI

Ramp tidak lagi hanya menjual perangkat lunak pencatat biaya operasional. Perusahaan melebarkan lini produknya ke pembayaran, deteksi penipuan, pengadaan barang, manajemen vendor, hingga akuntansi.

Narasi AI ditempelkan ke hampir seluruh lini tersebut. Agen AI disematkan ke produk pengadaan, pengelolaan pengeluaran, akuntansi, dan penyusunan anggaran. Ramp juga menerbitkan kartu kredit korporat yang dirancang khusus untuk dipakai agen AI.

Agustus lalu, Ramp masuk ke bisnis perutean model bahasa untuk menangkap pasar inferensi AI yang sedang tumbuh. Layanan ini menyambung dengan produk yang sudah ada, termasuk pemantauan pemakaian token AI dan pengelolaan biaya token.

Produk Glass dan Ambisi Melawan Anthropic

Awal bulan ini, Ramp meluncurkan Glass, ruang kerja yang mengumpulkan otomasi AI, prompt, dan keterampilan digital buatan karyawan sebuah organisasi. Tujuannya agar pengetahuan tersebut bisa dipakai ulang oleh tim lain di perusahaan yang sama.

Investor awal Ramp, Keith Rabois, menyebut persaingan sesungguhnya bukan dengan sesama penyedia perangkat lunak keuangan. Rabois menegaskan ambisi Ramp mengarah ke pemain model AI besar.

"Ramp is not worried about Rippling," kata Rabois kepada TechCrunch. "We're worried about we're going to compete with Anthropic. That's the goal."

Menurut Rabois, masa depan ekonomi digital akan digerakkan oleh token dan Ramp ingin menjadi jalan utama perusahaan mengelola belanja token, mengukur penghematan, dan menghitung laba atas investasi. Christian Jensen, partner di Dragoneer, menilai Ramp sedang menuju posisi sebagai salah satu perusahaan penentu era ini.

Nama Besar di Daftar Pelanggan

Jumlah pelanggan Ramp naik dari 70.000 pada Juni menjadi 85.000. Daftarnya mencakup Visa, Uber, Shopify, Robinhood, Anduril, Notion, Cursor, dan Figma.

Modal baru juga datang dari sejumlah investor institusi, termasuk Capital International, Fidelity Management & Research, T. Rowe Price, D1 Capital Partners, Greenoaks, ICONIQ, GIC, dan Ontario Teachers' Pension Plan. Beberapa nama lain seperti Coatue, D.E. Shaw, General Catalyst, Khosla Ventures, dan Lightspeed Venture Partners turut berpartisipasi.

Benturan dengan Rippling

Seiring melebarnya lini produk, Ramp makin sering bersinggungan dengan Rippling, perusahaan perangkat lunak SDM dan penggajian yang juga masuk ke kartu korporat, manajemen pengeluaran, dan pembayaran tagihan. Keduanya kini memperebutkan anggaran tim keuangan yang sama.

Bagi pelaku bisnis di Indonesia, model Ramp memberi gambaran arah perangkat lunak keuangan korporat: bukan lagi sekadar pencatat transaksi, tetapi lapisan otomasi yang mengatur bagaimana perusahaan membelanjakan uang dan token AI-nya.

Reporter: Ragil
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top