BIREUEN — Jalur Bireuen–Takengon dikenal sebagai akses transportasi penting yang menghubungkan Kabupaten Bireuen dengan wilayah dataran tinggi Gayo. Kondisi medan yang melintasi perbukitan membuat jalur ini rentan terhadap pergerakan tanah, terutama ketika hujan deras turun dalam waktu lama.
Pamflet dipasang di titik-titik yang dinilai rawan longsor. Peringatan itu ditujukan bagi pengendara yang melintasi jalur tersebut agar memperhatikan kondisi lingkungan sekitar selama perjalanan.
Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri melalui Kasat Lantas AKP Irwansyah Nasution menyatakan pemasangan pamflet merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap keselamatan masyarakat pengguna jalan.
"Jalur Bireuen–Takengon merupakan akses transportasi penting yang menghubungkan Kabupaten Bireuen dengan wilayah dataran tinggi Gayo. Melalui pemasangan pamflet ini, kami mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi titik rawan longsor, khususnya ketika hujan deras maupun setelah hujan berlangsung lama," ujar AKP Irwansyah.
Selain memasang pamflet, Satlantas Polres Bireuen mengimbau pengendara mengurangi kecepatan saat melintasi titik rawan longsor. Pengendara juga diminta memperhatikan kondisi jalan dan lingkungan sekitar untuk mengantisipasi kemungkinan material longsor maupun gangguan lain akibat cuaca.
Ada satu larangan yang ditekankan: jangan berhenti atau memarkir kendaraan di sekitar tebing yang berpotensi mengalami longsor. Langkah itu diperlukan untuk mengurangi risiko apabila terjadi pergerakan tanah atau material dari tebing.
Satlantas turut meminta masyarakat tidak memaksakan perjalanan ketika kondisi cuaca ekstrem. Pengguna jalan diharapkan mempertimbangkan keselamatan apabila hujan deras berlangsung cukup lama dan kondisi jalur dinilai berisiko untuk dilalui.
Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan kejadian tanah longsor maupun pohon tumbang yang mengganggu akses jalan. Laporan dapat disampaikan kepada pihak kepolisian melalui layanan darurat 110.
Polres Bireuen berharap pamflet di sejumlah lokasi rawan tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama melintasi jalur Bireuen–Takengon.