BANDA ACEH — Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal menghadiri peringatan Maulid Besar Nabi Muhammad SAW di Pos Penjagaan Satpol PP WH baru, Gampong Jawa, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan diprakarsai Satpol PP WH Kota Banda Aceh dan menjadi peringatan Maulid perdana di pos tersebut. Santunan diserahkan kepada 50 anak yatim dari Gampong Jawa, Gampong Pande, Ulee Lheue, serta internal Satpol PP.
50 Anak Yatim Terima Santunan dari Wali Kota dan Ketua DPRK
Penyerahan santunan dilakukan langsung oleh Wali Kota Illiza bersama Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah dan Kasatpol PP/WH M Rizal. Rinciannya, 10 anak yatim dari Gampong Jawa, 10 dari Gampong Pande, 10 dari Ulee Lheue, ditambah 20 anak yatim dari internal Satpol PP.
Ketua Panitia yang juga Kabid Perlindungan Masyarakat (Linmas) Safriadi menyebut peringatan Maulid kali ini digelar perdana di pos baru. Seluruh personel Satpol PP dan Linmas hadir memeriahkan acara.
"Seluruh personel Satpol PP dan Linmas hadir memeriahkan Maulid Nabi SAW. Ini perdana kami laksanakan di sini, semoga menjadi momentum untuk menjadi kegiatan rutinitas," ujar Safriadi.
Satpol PP WH Minta Perangkat Gampong Awasi Pelanggaran Syariat di Pesisir
Dalam kesempatan itu, Safriadi menyampaikan pesan kepada Keuchik Gampong Jawa terkait pengawasan kawasan pesisir. Menurutnya, Satpol PP WH yang dinas terkaitnya Dinas Syariat Islam memiliki keterbatasan untuk memantau pelanggaran di wilayah pesisir.
"Dan demi terjaganya syariat, kami minta dukungan dari seluruh perangkat gampong untuk ikut memantau dan menjaga ketertiban di kawasan pesisir ini. Di sini juga sudah dibangun pos untuk pemantauan pelanggar syariat," jelasnya.
Illiza Sebut Pro Kontra Kehadiran Satpol PP Hal Wajar
Wali Kota Illiza dalam sambutannya menilai pro dan kontra terhadap kehadiran Satpol PP di lokasi tersebut sebagai hal yang wajar. Ia menegaskan tujuan penertiban adalah menjaga ketentraman Banda Aceh dan menegakkan syariat Islam.
"Pro kontra terhadap kehadiran Pol PP di lokasi ini, ada yang suka juga ada yang tidak suka. Sebaik apapun itu, tujuan kami sebagai walikota adalah menjaga dan menertibkan kondisi Banda Aceh agar lebih tentram dan terjaga dalam menegakkan syariat Islam di Bumi Serambi Mekkah. Ini adalah sebuah amanah," tegas Illiza.
Ia juga menyampaikan refleksi kepemimpinannya sejak terpilih sebagai wali kota. Menurutnya, tanggung jawab sebagai pemimpin dijalankan dengan bermunajat meminta kekuatan kepada Allah SWT.
"Sejak terpilih menjadi walikota, saya harus bermunajat dan meminta kekuatan dari Allah SWT. Dengan berjihad untuk bertanggung jawab menjadi pemimpin, menjadi pengabdi sebagai abdi negara dan Kota Banda Aceh. Ini semua semata-mata kita lakukan untuk kebaikan dan amanah selama menjabat," tambahnya.
Pos Baru Jadi Basis Pemantauan Syariat di Kawasan Pesisir
Keberadaan Pos Penjagaan Satpol PP WH di Gampong Jawa diharapkan memperkuat pengawasan pelanggaran syariat di kawasan pesisir Banda Aceh. Perangkat gampong diminta berperan aktif melaporkan dan menjaga ketertiban di wilayah masing-masing.
Peringatan Maulid perdana di pos baru ini menjadi penanda aktivitas Satpol PP WH di kawasan tersebut. Safriadi berharap kegiatan serupa bisa berlangsung rutin pada tahun-tahun berikutnya.