Perempuan PKS Aceh Besar meluncurkan "Buku Inong Aceh Besar Season 1" di Lambaro, Rabu, sebagai pemantik gerakan literasi kaum hawa di kabupaten tersebut. Peluncuran buku itu digagas Bidang Perempuan Keluarga (Bipeka) PKS Aceh Besar dengan melibatkan penulis dari kalangan perempuan partai. Kegiatan tersebut juga menghadirkan dua pembicara, Dra. Delia Rawanita, M.Pd. dan Rusydi, S.Ag., M.Pd.
ACEH BESAR — Ketua Bidang Perempuan Keluarga (Bipeka) PKS Aceh Besar, Eka Rizkina, menyatakan peluncuran buku tersebut bukan sekadar menghasilkan karya untuk dibaca. Menurut dia, buku itu menjadi pemantik lahirnya lebih banyak tulisan, diskusi, gagasan, dan gerakan perempuan yang berangkat dari persoalan nyata di tengah masyarakat.
Eka menuturkan perempuan dengan kemampuan literasi yang baik tidak hanya menjadi penerima informasi. Mereka harus mampu mengolah informasi menjadi pengetahuan, pengetahuan menjadi gagasan, dan gagasan menjadi tindakan yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat.
Literasi Perempuan di Tengah Arus Informasi Digital
Dalam kegiatan yang digelar di Lambaro itu, Eka menyoroti tantangan yang dihadapi perempuan di era digital. Ketahanan keluarga, kata dia, sangat bergantung pada kemampuan perempuan memilah informasi, mendampingi anak, membangun komunikasi keluarga, serta mempertahankan nilai-nilai positif.
"Artinya, di tengah derasnya arus informasi digital, perempuan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Ketahanan keluarga sangat bergantung pada kemampuan perempuan dalam memilah informasi, mendampingi anak dan membangun komunikasi keluarga, serta mempertahankan nilai-nilai positif," ujarnya.
Eka yang juga anggota DPRK Aceh Besar menyebut kegiatan tersebut membawa pesan bahwa perempuan bukan hanya bagian dari perjalanan peradaban. Perempuan juga memiliki peran dalam menentukan arah peradaban tersebut.
Ruang Dokumentasi Gagasan dan Suara Perempuan Aceh Besar
Buku "Inong Aceh Besar Season 1" menjadi ruang untuk mendokumentasikan gagasan, pengalaman, dan suara perempuan Aceh Besar. Buku itu sekaligus menghadirkan narasi tentang kontribusi perempuan dalam keluarga dan masyarakat.
Eka yang turut menjadi salah satu penulis berharap gerakan literasi perempuan tersebut terus tumbuh. Dari pengalaman menjadi tulisan, dari tulisan menjadi gagasan, dan dari gagasan menjadi kontribusi nyata bagi keluarga dan masyarakat.
"Dengan memperkuat literasi, kapasitas perempuan dapat terus dikembangkan yang akhirnya dapat memperkuat keluarga dan menjaga fondasi masyarakat," katanya.
Dua Pembicara Bahas Literasi Perempuan Era Digital
Kegiatan yang diikuti perempuan PKS se-Aceh Besar itu juga membahas pentingnya literasi perempuan dalam menghadapi perubahan sosial dan perkembangan era digital. Dua pembicara dihadirkan, yakni Dra. Delia Rawanita, M.Pd. dan Rusydi, S.Ag., M.Pd.
Ketua DPD PKS Aceh Besar, Mursalin, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Lewat pertemuan itu, Eka berharap budaya literasi di kalangan perempuan PKS Aceh Besar terbangun lebih kuat dan berkelanjutan.