ACEH TENGGARA — Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara, Mohd. Asbi, menyatakan api diduga bermula dari rumah milik seorang warga bernama Darus. Percikan api kemudian merambat cepat ke bangunan lain yang berdempetan di kawasan padat tersebut.
Konstruksi kayu dan semipermanen jadi faktor utama api menyebar. Rumah-rumah warga berikut isinya ikut terbakar karena material bangunan mudah terbakar.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki Pihak Berwajib
Hingga laporan Pusdalops-PB BPBD Aceh Tenggara diperbarui pukul 21.15 WIB, penyebab pasti kebakaran belum bisa dipastikan. Asbi menegaskan hal itu dalam keterangan resminya.
"Penyebab kebakaran sampai saat ini belum dapat dipastikan," ujar Asbi.
Penyelidikan masih berjalan di tangan pihak berwajib. Dugaan titik awal api dari rumah Darus belum menjelaskan pemicu kebakaran secara utuh.
Enam Armada Damkar Dikerahkan, Api Padam Dua Setengah Jam
BPBD Aceh Tenggara mengerahkan enam unit armada pemadam kebakaran ke lokasi. Petugas dibantu personel kepolisian, TNI, dan masyarakat setempat untuk memadamkan api.
Pemadaman tuntas sekitar pukul 20.00 WIB, atau sekitar dua setengah jam setelah kejadian tercatat dalam laporan. Informasi awal soal kebakaran diterima petugas dari warga.
Daftar Rumah Rusak Berat dan Ringan
Pendataan sementara mencatat 10 rumah mengalami kerusakan berat. Masing-masing milik Is, Suhada, Peri, Darus, Muji, Samaul Bahri, Daman Nuri, Ryo, Khairun, dan Said.
Adapun tiga rumah dengan kerusakan ringan tercatat milik Wedi, Raine, dan Ahmad. Total 13 rumah terdampak dalam peristiwa itu.
Belum Ada Rincian Pengungsian dan Taksiran Kerugian
Selain memadamkan api, petugas BPBD melakukan kajian cepat, pendataan, dan dokumentasi dampak kebakaran. Hingga laporan disampaikan Rabu malam, rincian pengungsian warga maupun taksiran kerugian materi belum tercantum.
Warga yang rumahnya rusak berat untuk sementara mengungsi ke tempat aman terdekat. BPBD masih mendata kebutuhan darurat korban terdampak.