PT PLN (Persero) meresmikan fasilitas Pusat Pemulihan Bencana atau Disaster Recovery Center (DRC) di Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Aceh, Banda Aceh, guna mempercepat pemulihan sistem kelistrikan saat krisis. Peresmian ditandai dengan unjuk kesiapan belasan armada tempur kelistrikan dan dihadiri unsur pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Fasilitas ini dirancang agar laporan warga soal gangguan, kebakaran, atau banjir langsung ter-generate dan diteruskan ke petugas di lapangan.
BANDA ACEH — Direktur Distribusi PT PLN (Persero) Arsyadany Ghana Akmalaputri menyatakan pembangunan DRC di UP2D Aceh merupakan langkah antisipasi agar pemulihan sistem kelistrikan bisa dilakukan secepat-cepatnya demi melayani masyarakat.
"Fasilitas ini untuk antisipasi agar kita bisa memulihkan sistem secepat-cepatnya demi melayani masyarakat," kata Arsyadany di Banda Aceh, Kamis.
Laporan Warga Langsung Diteruskan ke Petugas
Arsyadany memaparkan DRC dirancang terintegrasi agar cepat tanggap terhadap laporan warga. Saat terjadi gangguan, kebakaran, atau banjir, informasi dari warga akan langsung ter-generate dan diteruskan kepada petugas yang tersebar di lapangan.
Dengan sistem itu, petugas lebih mudah mengetahui lokasi bencana dan lebih cepat datang ke titik kejadian untuk melakukan penanganan.
Belasan Armada Tempur Kelistrikan Diperiksa Kesiapan
Peresmian fasilitas DRC ditandai dengan unjuk kesiapan belasan armada tempur kelistrikan. Turut hadir dalam kegiatan itu anggota Unsur Pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), M. Dirhamsyah.
General Manager PLN UID Aceh Eddi Saputra menambahkan, dalam menghadapi setiap krisis kelistrikan, hal utama yang dikedepankan adalah meninjau langsung ke lokasi kejadian. Langkah itu untuk memastikan eksekusi pemulihan berjalan maksimal di garis depan.
"Setiap penanganan di lapangan diiringi dengan proses komunikasi, pelaporan, dan evaluasi pasca sebagai wujud komitmen perbaikan berkelanjutan dari PLN UID Aceh," katanya.
Pusat Komando Dinilai Percepat Masa Tanggap Darurat
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Dirhamsyah, menilai sistem terintegrasi sangat diperlukan dalam kondisi krisis. Menurutnya, keberadaan pusat komando yang memadukan data risiko, kesiapan armada, dan teknologi secara langsung akan mempercepat masa tanggap darurat kelistrikan.
"Inisiatif pembangunan Disaster Recovery Center ini merupakan upaya sejalan dengan pilar ketangguhan bencana nasional," katanya.
PLN sebelumnya juga membangun jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) sepanjang 140 Km di Aceh sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana dan penguatan keandalan pasokan listrik di provinsi tersebut.