ACEH — Kepolisian Philadelphia menyiagakan personel dalam jumlah besar untuk mengamankan konser Ed Sheeran di Lincoln Financial Field, Sabtu (19/9). Pengetatan pengamanan menyusul gelombang protes atas pencoretan rapper Macklemore dari rangkaian Loop Tour imbas dukungannya untuk Palestina. Aksi demonstrasi dari sejumlah aliansi massa pun dijadwalkan berlangsung di sekitar lokasi konser.
Juru Bicara Kepolisian Philadelphia, Jasmine Reilly, menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan tim manajemen Sheeran. Koordinasi itu bertujuan memastikan seluruh prosedur pengamanan berjalan optimal selama konser berlangsung.
Pengamanan Berlapis di Dalam dan Luar Stadion
International Business Times pada Jumat (18/9) melaporkan penjagaan diperketat di area dalam maupun luar stadion. Penonton yang masuk harus melewati pemeriksaan detektor logam hingga penggeledahan badan (pat-down).
Peningkatan keamanan ini merespons rencana unjuk rasa dari Philly Palestine Coalition dan Shut Down D&Z. Kedua aliansi massa tersebut dijadwalkan menggelar aksi di sekitar NRG Station, tak jauh dari venue konser.
Aksi itu digelar untuk kembali menyuarakan isu Palestina. Pencoretan Macklemore dari tur dinilai banyak pihak sebagai bentuk pembungkaman atas sikap politik sang rapper.
Belum Ada Ancaman Langsung
Pihak kepolisian menegaskan hingga kini belum mendeteksi ancaman keamanan langsung terhadap pelantun "Shape of You" tersebut. Meski begitu, penjagaan tetap diperketat karena konser di Philadelphia menjadi penampilan perdana Sheeran tanpa Macklemore.
Konser itu juga tetap digelar setelah sejumlah musisi pembuka mengundurkan diri. Nama-nama seperti Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, hingga band pengiring Beoga dilaporkan mundur dari rangkaian tur.
Tekanan Pemilik Venue dan Sikap Sheeran
Pencoretan Macklemore oleh promotor Messina Touring Group sebelumnya memicu kritik luas. Tekanan makin besar setelah pemilik Stadion Gillette di Massachusetts, miliarder Robert Kraft, mengancam membatalkan konser Sheeran jika Macklemore tetap tampil di venue miliknya.
Kraft bersikeras keputusannya melarang Macklemore didasari rekam jejak retorika yang dinilainya melukai komunitas Yahudi. Tekanan dari pemilik venue seperti Kraft diakui Sheeran menjadi pemicu utama promotor mengeliminasi Macklemore dari daftar penampil.
Ed Sheeran menegaskan dirinya tidak terlibat langsung dalam keputusan pemecatan tersebut. Ia berupaya menjaga panggung musiknya tetap menjadi ruang netral.
Di sisi lain, Macklemore menyatakan tidak menyesali penampilannya. Ia menganggap pesan kemanusiaan untuk Palestina jauh lebih berharga ketimbang panggung tur.
Konser di Philadelphia menjadi ujian pertama Loop Tour pasca-kehilangan sejumlah penampil pendukung. Industri musik Amerika kini menanti bagaimana promotor menyeimbangkan tekanan politik venue dengan kebebasan berekspresi musisi di panggung tur.