Pencarian

Harga Bitcoin Naik ke US$76.442, Ini Panduan Investasi bagi Pemula

Sabtu, 19 September 2026 • 09:04:31 WIB
Harga Bitcoin Naik ke US$76.442, Ini Panduan Investasi bagi Pemula

ACEH — Perencana keuangan mengingatkan investor pemula agar tidak mengejar waktu terbaik masuk pasar kripto setelah harga Bitcoin menguat ke kisaran US$76.442. Metode pembelian bertahap dan penguatan fondasi keuangan disebut lebih penting ketimbang menebak arah harga.

Penguatan harga Bitcoin terjadi setelah bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, menaikkan suku bunga acuannya. Aset kripto memang dikenal punya volatilitas tinggi dan sensitif terhadap perubahan likuiditas serta kebijakan moneter global, sehingga pergerakan harganya kerap berbalik arah dalam waktu singkat.

Mengutip data detikfinance, harga Bitcoin pada Kamis (17/9) sekitar pukul 12.06 WIB berada di kisaran US$76.442 atau setara Rp1,35 miliar dengan asumsi kurs Rp17.749 per dolar AS. Dalam 24 jam terakhir, harga naik 1,05 persen.

Kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat sekitar US$1,53 triliun. Volume perdagangan 24 jam mencapai US$30,34 miliar, sementara jumlah Bitcoin yang beredar sekitar 20,08 juta BTC dari batas maksimum 21 juta BTC.

Jangan Menebak Waktu Terbaik Masuk Pasar

Perencana Keuangan International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Aidil Akbar Madjid menilai investor pemula masih punya ruang untuk masuk ke Bitcoin meski harganya sudah naik. Yang perlu dihindari adalah mencoba menebak kapan koreksi akan datang.

"Masih bisa masuk, tapi untuk pemula jangan timing the market, masalahnya kita tidak tahu kapan koreksi akan terjadi. Masuk secara bertahap saja, dan jangan FOMO," ujar Aidil kepada CNNIndonesia.com, Jumat (18/9).

Aidil menyarankan metode dollar cost averaging (DCA), yakni membeli aset secara bertahap dalam jumlah tertentu pada periode yang sudah ditentukan. Cara ini membantu investor menghindari pembelian di satu titik harga yang terlalu tinggi.

"Untuk pemula selalu pilih DCA atau DCA plus tambahan cadangan, karena untuk kripto ketika jatuh bisa sampai lebih dari 70 persen dari posisi all time high mereka sebelumnya. Dan fokus pada kripto besar, terutama Bitcoin," katanya.

Fondasi Keuangan Harus Beres Lebih Dulu

Sebelum menyentuh aset kripto, Aidil meminta investor memastikan arus kas tidak minus, dana darurat mencukupi, dan tidak ada utang konsumtif berbunga tinggi. Tujuan keuangan dan tujuan investasi juga perlu ditetapkan sejak awal.

Kesiapan mental tak kalah penting. Harga kripto bisa bergerak tajam dalam waktu singkat, dan investor harus siap menerima kerugian.

"Secara perencana keuangan sudah aman dulu, cashflow sehat dan tidak minus, emergency fund sudah terpenuhi, utang konsumtif sudah lunas dulu terutama yang berbunga tinggi, punya tujuan keuangan dan tujuan investasi, siap mental kalau tiba-tiba harga turun dan rugi," ujarnya.

Besaran dana darurat disesuaikan dengan kondisi keluarga. Untuk investor lajang tanpa tanggungan, idealnya setara tiga bulan kebutuhan bulanan. Mereka yang punya satu tanggungan perlu enam bulan, sedangkan dua tanggungan atau lebih membutuhkan dana darurat hingga 12 bulan kebutuhan bulanan.

Porsi Bitcoin Sesuai Profil Risiko

Kripto termasuk instrumen bervolatilitas sangat tinggi, bahkan bisa melampaui saham. Karena itu, investor yang berminat masuk perlu memiliki profil risiko agresif.

Setelah fondasi keuangan terpenuhi, investor baru dapat menentukan porsi aset kripto. Aidil menyebut alokasi bergantung pada profil risiko masing-masing: konservatif maksimal 3 persen dari total portofolio, moderat hingga 5 persen, dan agresif sampai 10 persen.

Ia memberi ilustrasi, bila alokasi Bitcoin 5 persen dari total portofolio lalu harganya turun 70 persen, dampak ke keseluruhan portofolio sekitar 3,5 persen selama aset lain tidak berubah.

"Besaran eksposur Bitcoin atau kripto berbanding total portofolio jadi kalau pemula punya 5 persen di Bitcoin dan harganya drop sebesar 70 persen maka dari total portofolionya hanya drop dari 5 persen ke 2 persen, floating loss di 3 persen," jelas Aidil.

Dana yang dipakai membeli Bitcoin sebaiknya uang dingin, yakni dana yang siap menanggung risiko kerugian dan tidak dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari.

Follow pantauaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks