SEMARANG — Regu Fahmil Qur'an Putri Aceh menorehkan prestasi di panggung nasional dengan meraih Juara I pada MTQ Nasional XXXI 2026. Capaian itu disampaikan dalam pertemuan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah dengan kafilah Aceh di Sekretariat Kontingen Aceh, Hotel Ibis Styles Semarang.
Fadhlullah atau yang akrab disapa Dek Fadh menilai keberhasilan tersebut sebagai catatan bersejarah bagi Aceh pada ajang MTQ Nasional tahun ini.
Kemenangan yang Disebut Catatan Sejarah Aceh
Dalam pertemuan itu, Dek Fadh menyebut kemenangan regu Fahmil Qur'an Putri sebagai hasil perjuangan panjang kafilah Aceh. Ia menegaskan capaian itu istimewa karena diraih di tengah persaingan ketat antarprovinsi.
"Alhamdulillah, perjuangan kita telah membuahkan hasil yang membanggakan. Salah satunya keberhasilan regu Fahmil Qur'an Putri Aceh meraih Juara I Nasional. Ini merupakan prestasi yang sangat istimewa dan menjadi catatan sejarah bagi Aceh," katanya.
Menurut Dek Fadh, para peserta tidak hanya membawa target juara. Mereka juga memikul nama dan marwah Aceh di tingkat nasional.
"Saudara-saudara semua membawa nama baik Aceh, membawa marwah daerah, dan membawa semangat masyarakat Aceh. Karena itu, apa pun hasil yang diperoleh, Pemerintah Aceh bangga kepada seluruh kafilah," ujarnya.
Peserta Diminta Jaga Fokus dan Kesehatan
Sejumlah cabang masih bergulir hingga rangkaian MTQ Nasional XXXI selesai. Dek Fadh meminta kafilah Aceh yang belum selesai bertanding menjaga kesehatan, kekompakan, dan fokus.
Bagi peserta yang belum meraih juara, ia meminta tidak berkecil hati. Pengalaman bertanding di tingkat nasional dinilainya sebagai bekal untuk tampil lebih baik pada kesempatan berikutnya.
Sementara peserta yang sudah juara maupun masuk final diminta terus meningkatkan kemampuan dan mempertahankan prestasi.
MTQ Dinilai Bukan Sekadar Ajang Kompetisi
Dek Fadh menegaskan, MTQ tidak berhenti pada perolehan medali. Sikap, kedisiplinan, akhlak, persaudaraan, dan kemampuan menjaga nama baik Aceh juga menjadi bagian dari perjuangan peserta.
"MTQ tidak berhenti sebagai ajang kompetisi. Lebih jauh, MTQ harus menjadi bagian dari gerakan membumikan Al-Qur'an dalam kehidupan masyarakat Aceh," ujarnya.
Ia berharap prestasi di MTQ Nasional berjalan seiring tumbuhnya generasi muda Aceh yang tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur'an, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilainya.
"Kita datang membawa nama Aceh, kita berjuang bersama, dan kita pulang bersama sebagai satu keluarga besar Aceh," kata Dek Fadh.
Pemerintah Aceh Perkuat Pembinaan Generasi Qur'ani
Dek Fadh turut mengapresiasi kerja para pembina, pelatih, official, dan pendamping yang mendampingi kafilah Aceh selama mengikuti MTQ Nasional.
Pemerintah Aceh, katanya, akan terus memberikan perhatian terhadap pembinaan generasi Qur'ani. Bentuknya antara lain penguatan LPTQ serta pembinaan qari-qariah, hafiz-hafizah, mufassir-mufassirah, dan cabang lainnya.