ACEH — Perum Bulog menyiapkan pasokan hingga 75 ribu ton beras premium per bulan ke sejumlah jaringan ritel modern usai pemerintah menemukan dugaan kecurangan label beras fortifikasi. Langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat di kota besar tetap punya akses mudah ke beras premium sesuai standar.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meminta Bulog mengoptimalkan suplai beras premium ke toko ritel modern. Menurutnya, ketersediaan produk premium harus dijaga agar masyarakat punya pilihan yang jelas di pasar.
"Tidak boleh tidak ada kata lain kecuali memenuhi kebutuhan masyarakat. Beras premium kami minta Bulog optimalkan suplai ke toko-toko ritel modern," kata Amran di Jakarta, Minggu.
Temuan Beras Fortifikasi Picu Pengawasan Ketat
Pemerintah sebelumnya menemukan dugaan perubahan produk dari beras premium menjadi beras fortifikasi. Dugaan itu kemudian diperiksa melalui pengujian di empat laboratorium yang dinilai kredibel.
"Ternyata ada dugaan (kecurangan beras) beralih dari premium ke fortifikasi. Katanya fortifikasi, setelah kita cek di lab, ada empat lab kredibel, kita cek ternyata tidak sesuai dengan labelnya," ujar Amran.
Hasil pengujian itu menjadi dasar bagi pemerintah untuk memperketat pengawasan peredaran beras di pasar. Bulog diminta memastikan beras premium tetap tersedia, terutama di wilayah perkotaan yang selama ini lebih banyak mengandalkan ritel modern.
Stok Cadangan Pemerintah Capai 4,6 Juta Ton
Bapanas mencatat stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog per 18 September 2026 mencapai sekitar 4,6 juta ton. Penyaluran sepanjang tahun berjalan hingga pertengahan September sekitar 2,3 juta ton.
Pemerintah juga tengah memproses penambahan kuantum Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras sebanyak 1 juta ton. Tambahan itu akan diarahkan ke wilayah dengan kebutuhan tinggi, guna menjaga stabilitas pasokan sekaligus merespons tekanan harga dan gangguan distribusi.
Amran memastikan ketersediaan beras nasional tetap aman. Pemerintah terus memperkuat stok CBP, penyaluran beras premium, dan program SPHP secara bersamaan.
Distribusi Menjangkau 13 Kota Besar
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan distribusi beras premium saat ini telah menjangkau Jakarta, Makassar, Surabaya, Sidoarjo, Bojonegoro, Semarang, Klaten, Solo, Salatiga, Bandung, Karawang, Subang, hingga Kupang.
Pasokan disalurkan melalui sejumlah jaringan ritel modern, antara lain Indomaret, Megah Daya, Superindo, Matahari, Tip Top, Alfamidi, dan Hero. Bulog berencana memperluas distribusi ke kota-kota lain dalam waktu dekat.
"Penyaluran ini diarahkan untuk memastikan masyarakat di berbagai kota besar dan wilayah perkotaan dapat memperoleh beras premium dengan mudah," kata Rizal.
Menurut Rizal, akses yang mudah ke beras premium menjadi kunci agar masyarakat tidak terjebak pada produk yang labelnya tidak sesuai. "Kami ingin memastikan masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan, memiliki akses yang mudah terhadap beras premium. Karena itu, Bulog terus memperkuat distribusi melalui jaringan ritel modern yang tersebar di berbagai kota," ujarnya.
Langkah Bulog memperbesar pasokan premium ke ritel modern menjadi ujian bagi pengawasan pangan nasional. Jika distribusi berjalan lancar, masyarakat kota bisa kembali mendapat kepastian mutu di tengah maraknya temuan pelanggaran label.