BANDA ACEH — Pelatihan yang digelar melalui Bidang Kesehatan Masyarakat, Program Kesehatan Keluarga itu menyasar tenaga kesehatan agar mampu memberikan edukasi, pendampingan, dan pembinaan kepada caregiver informal. Sasaran utamanya adalah keluarga yang merawat anggota keluarga lanjut usia dengan kebutuhan perawatan jangka panjang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh Wahyudi, S.STP., M.Si., melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Nurjannah, SKM., MKM., menyebut perawatan lansia bukan hanya tanggung jawab fasilitas kesehatan.
"Perawatan lansia tidak hanya menjadi tanggung jawab fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga dan lingkungan sekitar. Karena itu, tenaga kesehatan perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar dapat memberikan edukasi dan pendampingan kepada caregiver informal secara tepat dan berkesinambungan," ujarnya.
Lima Narasumber, Lima Bidang Keahlian Berbeda
Ns. Nurul Hadi, M.Kep. membuka sesi dengan materi perawatan jangka panjang, konsep caregiver, serta peran keluarga dalam mendukung lansia yang masih mampu beraktivitas mandiri.
Materi berikutnya dibawakan dr. Darma Muda Setia, Sp.PD (KGer), yang membahas pengkajian paripurna pasien geriatri dan pendekatan Integrated Care for Older People (ICOPE).
Aspek kesehatan jiwa lansia disampaikan Dr. Cut Nyak Dian, M.Ked., Sp.KJ. Peserta diberi pemahaman bahwa kesehatan jiwa merupakan bagian dari upaya mempertahankan kualitas hidup lansia.
Dr. Andrie Gunawan, Sp.PD-FINASIM. menyampaikan materi perawatan lansia secara umum dan pertolongan pertama saat menghadapi kondisi darurat. Sementara Zahrani, S.Psi., M.Psi. (Psikolog) mengisi sesi komunikasi efektif dalam penanganan lansia.
Mengapa Komunikasi Empatik Jadi Materi Kunci
Komunikasi yang empatik dan disesuaikan dengan kondisi lansia dinilai penting agar tenaga kesehatan dan caregiver dapat membangun hubungan baik selama proses perawatan. Materi ini menutup rangkaian sesi dari lima narasumber.
Dinkes Banda Aceh mendorong tenaga kesehatan menerapkan pengetahuan yang diperoleh di wilayah kerja masing-masing. Edukasi kepada caregiver dan keluarga diharapkan mencakup pemenuhan kebutuhan fisik, kesehatan jiwa, komunikasi, hingga penanganan awal dalam kondisi darurat.
Penguatan kapasitas tenaga kesehatan dan caregiver informal diharapkan meningkatkan dukungan bagi lansia di lingkungan keluarga. Upaya tersebut sekaligus mendorong lansia tetap sehat, mandiri, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang baik.