Pencarian

Regulator China Tahan IPO Perusahaan Robot Humanoid, Ada Apa

Rabu, 23 September 2026 • 11:33:01 WIB
Regulator China Tahan IPO Perusahaan Robot Humanoid, Ada Apa
Regulator China menahan laju IPO perusahaan robot humanoid melalui panduan informal kepada bank investasi.

ACEH — China Securities Regulatory Commission (CSRC) menahan laju penawaran umum perdana (IPO) sejumlah perusahaan robot humanoid di China melalui panduan informal kepada bank investasi. Langkah ini muncul setelah saham Unitree Robotics merosot 55 persen dari puncaknya usai melonjak lebih dari lima kali lipat sejak debut di Shanghai pada Agustus lalu. Regulator menilai lonjakan valuasi sektor ini belum tentu mencerminkan permintaan pasar yang sesungguhnya.

CSRC dikabarkan menaikkan standar persetujuan IPO bagi perusahaan robot humanoid melalui mekanisme yang disebut "window guidance" atau kebijakan informal. Beberapa sumber anonim menyebut langkah ini sebagai perlambatan khusus sektor, bukan larangan formal. Hingga berita ini diturunkan, CSRC maupun Unitree Robotics belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar.

Unitree Robotics Jadi Pemicu Utama

Saham Unitree Robotics debut di bursa Shanghai pada Agustus lalu dan sempat melonjak lebih dari lima kali lipat. Setelah mencapai puncaknya, harga saham produsen robot humanoid dan robot berkaki empat itu merosot 55 persen. Dinamika saham Unitree inilah yang disebut menjadi pemicu utama perlambatan regulasi di sektor ini.

Seorang sumber menyatakan IPO perusahaan robot humanoid pada dasarnya telah dibekukan untuk saat ini. Sumber lain menegaskan tidak ada larangan formal, melainkan perlambatan yang bersifat sektoral.

Enam Perusahaan Antre IPO

Setidaknya ada enam perusahaan robot humanoid China yang sedang bersiap melakukan debut saham, termasuk Deep Robotics, X Square Robot, dan AGIBOT. Ketiganya belum menanggapi pertanyaan mengenai apakah regulator memperlambat rencana IPO mereka.

Menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut, CSRC baru-baru ini memberikan panduan informal kepada sejumlah bank investasi dan perusahaan investasi. Panduan itu berisi kenaikan standar untuk memberikan persetujuan IPO terhadap perusahaan robot humanoid.

Pendapatan dari Proyek Pemerintah Jadi Sorotan

Regulator saat ini berfokus meneliti apakah pendapatan startup robot humanoid dari proyek yang didukung pemerintah daerah dapat berkelanjutan. Pusat pengumpulan data robot, tempat pelatihan robot, dan joint venture disebut telah menghasilkan pendapatan signifikan bagi beberapa perusahaan.

Namun, 80 persen hingga 90 persen investasi awal untuk pengembangan tersebut didukung pemerintah daerah. Kondisi ini memunculkan pertanyaan apakah tingginya pendapatan perusahaan mencerminkan permintaan pasar dari pelanggan independen atau hanya bergantung pada proyek pemerintah.

Valuasi beberapa perusahaan diperkirakan dapat turun 60 hingga 70 persen jika pendapatan yang terkait dengan pusat pengumpulan data dikecualikan dari perhitungan. Kualitas pendapatan dan ketidakpastian tentang apa yang dibeli pelanggan menjadi pertanyaan utama regulator.

Euforia Investasi Melampaui Gelombang Internet

Leo Wang dari Qianchuang Capital menggambarkan ledakan investasi di sektor robotika China sebagai terlalu gegap gempita. Perusahaan modal langsung berbondong-bondong masuk ke sektor yang diprioritaskan kebijakan pemerintah.

"Antusiasme terhadap embodied intelligence telah melampaui apa yang terjadi pada gelombang investasi terhadap internet dan energi baru di China," ujar Wang.

Ia menambahkan, beberapa startup berhasil menarik puluhan calon investor dalam hitungan minggu. Bahkan ada yang menolak pemeriksaan latar belakang bisnis konvensional seperti audit, pemeriksaan legalitas, atau analisis risiko.

Pemerintah China mendorong pengembangan "embodied intelligence" atau sistem kecerdasan buatan yang mampu merasakan dan bertindak di dunia fisik. Sektor ini dijadikan industri strategis untuk menarik investasi dari modal swasta dan pemerintah daerah.

Dampak ke Ekosistem Startup Robotik

Langkah CSRC dapat dibaca sebagai upaya pemerintah pusat meredam euforia investor terhadap lonjakan saham sektor ini. Pemerintah ingin menjaga perkembangan teknologi tetap berjalan tanpa mengganggu stabilitas pasar modal.

Bagi startup robot humanoid di China, perlambatan IPO ini memaksa mereka membuktikan bahwa pendapatan yang dibukukan berasal dari pelanggan komersial independen. Bukan semata dari proyek pemerintah daerah yang sifatnya sementara.

Perkembangan ini menjadi sinyal bagi investor global bahwa valuasi tinggi di sektor robot humanoid perlu diuji dengan metrik pendapatan yang transparan. Regulator China tampaknya ingin memastikan bahwa gelombang investasi di embodied intelligence tidak berakhir sebagai gelembung yang merugikan pasar.

Follow pantauaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks