ACEH TENGAH — Pusdalops PB BPBD Aceh Tengah melaporkan lima kecamatan terdampak banjir dan longsor berdasarkan pembaruan pukul 22.50 WIB. Wilayah itu meliputi Kebayakan, Pegasing, Atu Lintang, Rusip Antara, dan Linge. Hujan deras yang berlangsung sejak pukul 13.20 WIB dan masih terjadi hingga pukul 22.30 WIB disebut menjadi pemicu utama.
Jembatan Gantung di Kampung Reje Payung Hanyut Diterjang Arus Sungai
Di Kecamatan Linge, arus sungai menghanyutkan jembatan gantung di Kampung Reje Payung. Laporan BPBD menyebut jembatan tersebut baru saja dibangun oleh TNI. Belum ada keterangan soal ketersediaan jalur alternatif bagi warga setelah jembatan itu hilang.
Longsor di Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, menutup jalan lingkar danau yang berstatus jalan provinsi. Material bebatuan dan kayu menumpuk di sejumlah aliran sungai dan menyebabkan pendangkalan.
Enam Kampung di Pegasing Terendam, Sekolah dan Rumah Warga Ikut Terdampak
Banjir merendam enam kampung di Kecamatan Pegasing: Kedelah, Ie Relop, Sukadamai, Paya Jeget, Wih Nareh, dan Uring. Sungai serta saluran drainase di wilayah itu tidak mampu menampung air hujan yang turun deras.
Di Kampung Kekelip, Kecamatan Atu Lintang, air sempat merendam sekolah dan rumah penduduk sekaligus melumpuhkan akses jalan. Sementara di Kecamatan Rusip Antara, aliran air yang membawa tanah dan bebatuan melumpuhkan ruas jalan nasional Takengon–Pameu. Laporan BPBD belum memuat kepastian waktu pemulihan akses di ruas tersebut.
Dua Alat Berat Dikerahkan, Pembersihan Lanjut Minggu
BPBD Aceh Tengah mengerahkan dua unit alat berat miliknya, masing-masing satu ekskavator dan satu loader. Hingga Sabtu malam, petugas menyelesaikan pembersihan longsor di ruas jalan lingkar danau serta pengerukan sedimen di Kampung Mendale.
Penanganan di lokasi lain dijadwalkan dilanjutkan pada Minggu (27/9/2026). BPBD menyebut hujan yang masih berlangsung dan risiko bekerja pada malam hari menjadi pertimbangan penundaan pekerjaan.
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Sedang hingga Awal Oktober
Dalam prakiraan cuaca yang diterbitkan 25 September 2026, BMKG memasukkan Aceh sebagai salah satu wilayah berpotensi peningkatan hujan berintensitas sedang pada periode 25–27 September dan 28 September–1 Oktober 2026. BMKG juga mengingatkan potensi genangan dan longsoran material akibat hujan lokal.
BNPB dalam keterangan tertulis pada 6 Mei 2026 menjelaskan tanah yang jenuh air di lereng dan perbukitan, disertai drainase tidak optimal, dapat memperbesar risiko banjir dan longsor. BNPB mengingatkan masyarakat di daerah rawan mewaspadai retakan tanah, suara gemuruh dari lereng, serta kenaikan muka air sungai secara cepat.
Warga yang membutuhkan bantuan atau hendak melaporkan kejadian darurat dapat menghubungi Pusdalops BPBD Aceh Tengah melalui nomor 0812-6425-7378, sebagaimana tercantum dalam laporan tersebut.