BANDA ACEH — Kegiatan intensif Program Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit dalam rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDM-Perkebunan) menyasar petani swadaya yang selama ini mengelola kebun secara mandiri. Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Timur turut terlibat sebagai mitra pelaksana di daerah.
BPI Bogor ditunjuk sebagai penyelenggara pelatihan. Lembaga itu disebut telah dipercaya menyelenggarakan pelatihan teknis budidaya kelapa sawit sejak 2022 hingga sekarang, lima tahun berturut-turut.
Mengapa Pemupukan Jadi Materi Kunci
Tanaman sawit membutuhkan unsur hara dalam jumlah cukup dan seimbang untuk mendukung pertumbuhan vegetatif (akar, batang, daun) sekaligus generatif (bunga dan buah). Pengelolaan pemupukan yang tepat tidak hanya soal berapa banyak pupuk diberikan.
Jenis pupuk, dosis, waktu aplikasi, cara aplikasi, kondisi tanah, umur tanaman, dan target produksi ikut menentukan hasil. Karena itu pemupukan menjadi salah satu materi utama dalam pelatihan sepekan ini.
Tujuh Materi Pemupukan yang Diterima Peserta
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi teknis dari mentor dan narasumber BPI. Materi pemupukan mencakup tujuh bahasan utama:
- Jenis unsur hara yang dibutuhkan sawit untuk pertumbuhan vegetatif dan generatif
- Ciri-ciri tanaman sawit yang mengalami gejala kekurangan unsur hara (defisiensi hara)
- Jenis-jenis pupuk, kandungan, dan fungsinya bagi kebun sawit
- Teknis pemupukan dengan prinsip 5T: Tepat Jenis, Tepat Dosis, Tepat Cara, Tepat Waktu, dan Tepat Sasaran
- Cara menyusun rencana pemupukan sesuai umur tanaman
- Teknik pengelolaan kesehatan tanah berbasis bahan organik
- Titik kritis dan kunci sukses kegiatan pemupukan
Praktik Lapangan ke PT Agro Sinergi Nusantara
Peserta tidak hanya menerima materi teori di kelas. Pada Kamis, 10 September 2026, mereka melakukan kunjungan lapangan ke PT Agro Sinergi Nusantara (ASN) di Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya.
Di lokasi itu peserta belajar langsung soal pemupukan sawit. Tujuannya antara lain memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman, mendukung pertumbuhan akar hingga buah, serta mempertahankan kesehatan dan produktivitas tanaman.
Pemupukan juga berfungsi menggantikan unsur hara yang terangkut melalui hasil panen dan meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk. Dalam jangka panjang, praktik ini menjaga kesuburan serta produktivitas tanah.
Harapan Kepala Dinas agar Ilmu Ditularkan
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP. MP, berharap peserta memanfaatkan pelatihan ini secara optimal.
"Jangan sampai kegiatan ini menjadi sia-sia tidak memberikan manfaat yang positif bagi petani," ujarnya dalam sambutan.
Azanuddin meminta ilmu yang diperoleh dipraktikkan dalam merawat kebun sawit di daerah masing-masing. Peserta juga diminta menularkan pengetahuan itu kepada petani lain di sekitarnya.