SINGKIL — Zainal Abidin Simatupang, yang akrab disapa ZAS, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PSSI Pusat atas langkah penundaan tersebut. Ia merupakan mantan Wakil Ketua Askab PSSI Aceh Singkil, sekaligus Pengurus KONI Aceh Singkil dan Match Commissioner PSSI.
Menurut ZAS, penundaan kongres dapat menjadi momentum penting untuk memberikan ruang bagi penyelesaian berbagai dinamika yang berkembang. Langkah itu juga dinilai memastikan proses organisasi PSSI Aceh berjalan sesuai ketentuan dan Statuta PSSI.
Peran PSSI Pusat Dinilai Sudah Sewajarnya
ZAS menilai kehadiran PSSI Pusat untuk menengahi dinamika di lingkungan sepak bola Aceh merupakan hal yang wajar. Ia menyebut langkah tersebut sebagai harapan bagi para pemerhati sepak bola, baik di Aceh Singkil maupun Aceh secara umum.
"Demi kemajuan sepak bola Aceh ke depan, sudah sewajarnya PSSI Pusat hadir dan mengambil peran untuk menengahi dinamika yang tengah terjadi di lingkungan sepak bola Aceh," ujar ZAS.
Penundaan kongres diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membenahi tata kelola organisasi agar semakin profesional, transparan, dan objektif. Pembenahan itu tetap harus berpedoman pada aturan yang berlaku.
"Harapan kami, momentum ini dapat menjadi jalan untuk memperbaiki tata kelola organisasi, membangun kebersamaan, serta mengembalikan fokus utama kepada pembinaan dan kemajuan sepak bola Aceh," lanjutnya.
Netralitas Plt Ketua PSSI Aceh Jadi Sorotan
ZAS juga menyoroti kemungkinan penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Aceh apabila memang diperlukan. Ia berharap sosok yang dipercaya nantinya memiliki integritas dan sikap netral serta tidak mempunyai kepentingan dalam proses pemilihan.
Menurutnya, yang paling penting adalah netralitas. Plt nantinya harus mampu menjaga marwah organisasi dan memastikan proses menuju kongres pemilihan ketua berjalan secara demokratis, adil, transparan, serta sesuai Statuta PSSI.
Ia pun mengajak seluruh elemen sepak bola Aceh untuk mengedepankan kepentingan organisasi dan kemajuan sepak bola di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Perbedaan Pandangan Harus Disikapi Lewat Mekanisme Organisasi
ZAS menuturkan, perbedaan pandangan dalam sebuah organisasi merupakan bagian dari dinamika. Namun, seluruh perbedaan tersebut harus disikapi secara dewasa melalui mekanisme organisasi dan koridor aturan yang berlaku.
"Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah bersama untuk membangun sepak bola Aceh yang lebih baik, profesional, berintegritas, solid, dan berprestasi. Kepentingan sepak bola Aceh harus kita tempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok," pungkas ZAS.