Pencarian

FISIP USK Gelar FGD di Banda Aceh, Bahas Tantangan Wartawan Perempuan dan Usul Praktisi Masuk Kampus

Kamis, 01 Oktober 2026 • 14:01:01 WIB
FISIP USK Gelar FGD di Banda Aceh, Bahas Tantangan Wartawan Perempuan dan Usul Praktisi Masuk Kampus
Dekan FISIP USK Dr. Hamdani M. Syam memimpin diskusi kelompok terarah mengenai wartawan perempuan di Aceh.

BANDA ACEH — Penelitian tentang wartawan perempuan di Aceh memasuki tahap pengumpulan data lewat diskusi kelompok terarah. Tim peneliti FISIP USK yang dipimpin Dekan FISIP USK, Dr. Hamdani M. Syam, mengundang sejumlah pihak untuk memetakan persoalan yang dihadapi jurnalis perempuan selama bertugas.

Peserta FGD datang dari kalangan yang sehari-hari bersinggungan dengan kerja jurnalistik. Hadir jurnalis perempuan, Ketua Asosiasi Jurnalis Independen (AJI) Aceh, Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Aceh, pengamat, mahasiswa Ilmu Komunikasi, serta tim peneliti FISIP USK.

Ruang Diskusi untuk Memotret Kondisi Wartawan Perempuan

Hamdani menempatkan FGD sebagai wadah untuk membicarakan berbagai persoalan yang menyangkut keberadaan dan peran wartawan perempuan di Aceh.

"Forum ini menjadi ruang diskusi tentang wartawan perempuan di Aceh," kata Hamdani.

Diskusi dibuka dengan sesi berbagi pengalaman dari sejumlah wartawan perempuan. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pertanyaan dan tanggapan dari peserta yang hadir.

Empati Jadi Ciri Khas, Beban Kerja Disebut Sama

Ketua FJPI Aceh Saniah menyoroti karakteristik yang kerap ditonjolkan wartawan perempuan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Menurutnya, pendekatan yang mengedepankan empati menjadi salah satu pembeda.

"Dalam menulis, perempuan mengedepankan empati. Untuk tugas dan beban di lapangan, tidak ada perbedaan antara perempuan dan laki-laki," ungkap Saniah.

Pernyataan itu menegaskan bahwa beban kerja di lapangan tidak dibedakan berdasarkan jenis kelamin. Yang berbeda, menurut Saniah, cara perempuan membangun kedekatan dengan narasumber dan menyusun tulisan.

Usul ke Kampus: Ruang Jurnalistik Diajar Praktisi

Saniah mendorong perguruan tinggi menyediakan ruang pembelajaran jurnalistik yang melibatkan praktisi sebagai pengajar. Langkah itu dinilai bisa mendekatkan mahasiswa ke dunia kerja jurnalistik sejak bangku kuliah.

"Saran saya, kampus harus mulai membuat ruang khusus jurnalistik yang diajarkan oleh praktisi mengajar," lanjut Saniah.

Menurut Saniah, keterlibatan praktisi membantu menumbuhkan minat mahasiswa terhadap profesi wartawan. Ia juga berharap upaya itu membuat profesi tersebut tidak tenggelam di tengah perubahan lanskap media.

"Sehingga, profesi tersebut tidak tenggelam," ujarnya.

Hasil FGD Jadi Bahan Penelitian FISIP USK

Melalui FGD tersebut, tim peneliti berharap memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi, pengalaman, partisipasi, serta tantangan yang dihadapi wartawan perempuan di Aceh dari berbagai perspektif.

Penelitian ini menyasar sisi yang jarang dibahas dalam diskusi publik di Aceh. Selain pengalaman di lapangan, forum turut memetakan bagaimana institusi pendidikan bisa menyiapkan calon jurnalis perempuan sejak awal.

Follow pantauaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mediasatunews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks