BANDA ACEH — Pembinaan Fiqih Wanita di Dayah Modern Darul Ulum Banda Aceh tidak berhenti pada tata cara ibadah. Santriwati juga menerima edukasi kesehatan reproduksi, terutama soal menstruasi atau haid dan istihadhah, melalui integrasi kurikulum dayah dan pembinaan bagian Ubudiyah dan Ibadah Santri.
Pembina Bagian Ubudiyah dan Ibadah Santri Dayah Modern Darul Ulum Banda Aceh, Ustazah Muzaiyana, menyebut edukasi kesehatan reproduksi mulai diberikan sejak santriwati mengikuti masa orientasi dayah dan mulai menjalani rutinitas ibadah. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman haid dan istihadhah serta tata cara bersuci setelah selesai menstruasi.
Pembinaan Berlangsung Beberapa Kali Sepekan
Menurut Muzaiyana, aktivitas pembinaan dilaksanakan beberapa kali dalam seminggu. Pelaksanaannya dibantu kakak kelas yang bernaung dalam Organisasi Pelajar Dayah Modern (OPDM) untuk pembinaan di kalangan santriwati.
"Pembelajaran mengenai masalah reproduksi bagi wanita diimplementasikan melalui integrasi kurikulum dayah dan pembinaan di bagian Ubudiyah dan Ibadah Santri," ujar Muzaiyana dalam wawancara bersama Nukilan.id pada Kamis (1/10/2026).
Keraguan Menghitung Masa Jeda Haid Jadi Kendala
Secara umum, santriwati dinilai telah memiliki pemahaman cukup baik mengenai persoalan haid. Meski begitu, masih ada santriwati yang ragu menentukan masa jeda antara satu periode haid dengan periode berikutnya, termasuk saat menghitung masa haid dan menentukan kemungkinan terjadinya istihadhah.
Untuk mengatasi hal itu, pencatatan kalender haid dilakukan santriwati senior yang sebelumnya mendapat pembekalan dari para ustazah pembina Ubudiyah dan Ibadah Santri. Pencatatan berlangsung ketika santriwati memasuki fase awal hingga berakhirnya masa haid.
Pemantauan Pekanan Libatkan Kakak Pembimbing OPDM
Pemantauan juga dilakukan rutin setiap pekan dengan melibatkan kakak pembimbing dari OPDM. Setiap pembimbing memiliki sejumlah adik binaan yang dipantau siklus haidnya, termasuk melalui pengecekan langsung ke kamar santriwati.
"Pada pembinaan terdapat juga kendala mengenai perbedaan kondisi fisik setiap santriwati sehingga perlu dilaksanakan pendampingan rutin untuk memantau keadaan pada haid dan istihadhah," kata Muzaiyana.
Jika ada santriwati yang mengalami istihadhah, dayah tidak hanya mengandalkan kalender haid. Penanganan dilakukan dengan berkonsultasi ke bagian kesehatan santri yang dinamakan Unit Kasih Sayang (UKS) santri, untuk diperiksa tenaga kesehatan.
Kalender Haid Bagian dari Penerapan Fiqih Wanita
Pengasuh Dayah Modern Darul Ulum sekaligus Pembina Ibadah Santri, Ustazah Nurul Husna, menambahkan bahwa pemantauan siklus menstruasi santriwati dilakukan rutin melalui pembuatan kalender haid. Pencatatan itu menjadi salah satu bagian dari penerapan pembelajaran Fiqih Wanita di lingkungan dayah.