Pencarian

Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan, Promosi Kota Multikultur ke Buyer Mancanegara

Selasa, 06 Oktober 2026 • 16:32:01 WIB
Jelajah Wisata Budaya ke-4 di Medan, Promosi Kota Multikultur ke Buyer Mancanegara
Wali Kota Medan Rico Waas menyambut peserta Jelajah Wisata Budaya ke-4 dalam Welcome Dinner di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan.

ACEH — Kota Medan menjadi tuan rumah Jelajah Wisata Budaya (JWB) ke-4 yang mempertemukan buyer dari Thailand, Malaysia, Singapura, dan berbagai daerah di Indonesia. Acara penyambutan berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan dengan Welcome Dinner sebagai pembuka rangkaian kegiatan. Ajang ini menegaskan posisi Medan sebagai destinasi wisata budaya yang kaya dan beragam.

Wali Kota Medan Rico Waas menyambut langsung para peserta JWB ke-4 dalam acara Welcome Dinner di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan. Turut hadir Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Erwita Dianti, Asisten Ekbang Citra Effendi Capah, Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan M. Odi Anggi Batubara, dan Ketua ASSPI DPD Sumut Achmad Fauzi Lubis.

Dalam pertemuan itu, Rico Waas menegaskan keberagaman budaya yang hidup berdampingan di Medan bukan sekadar identitas masyarakat. Baginya, keragaman tersebut adalah modal besar untuk mengembangkan pariwisata sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.

Medan sebagai Kota Multikultur

Menurut Rico Waas, Medan merupakan kota multikultur, multiagama, dan multiras yang masyarakatnya hidup berdampingan secara harmonis. Keberagaman budaya Melayu, Batak, Jawa, Karo, Minang, Aceh, Tionghoa, hingga India menjadi daya tarik wisata yang terus dipromosikan.

Warga Medan terbiasa mengenakan dan merayakan berbagai tradisi budaya yang ada. Pemko Medan juga merayakan sejumlah perayaan keagamaan dan kebudayaan seperti Thaipusam, Deepavali, hingga Imlek.

"Sangat tepat JWB ke-4 ini dilaksanakan di Medan karena kota ini unlimited to explore," ujar Rico.

Kawasan Wisata yang Sedang Disiapkan

Pemko Medan tengah menyiapkan sejumlah kawasan strategis pariwisata. Di antaranya Lapangan Merdeka, Kesawan, Kota Tua, Istana Maimun, Masjid Raya, dan Taman Sri Deli. Pengembangan kawasan tersebut diharapkan turut menggerakkan ekonomi masyarakat.

"Kebudayaan adalah soft diplomacy kita. Bagi Indonesia, kekayaan budaya adalah soft power untuk dipromosikan ke luar negeri," tegasnya.

Kuliner dan Aktivitas Kota yang Tak Pernah Tidur

Selain budaya, Rico Waas memperkenalkan Medan sebagai the city that never sleeps. Kekayaan kuliner kota ini dapat dinikmati hampir 24 jam. Aktivitas publik seperti Car Free Day dan Car Free Night juga menghadirkan seni, budaya, dan kreativitas anak muda.

Rico Waas mengajak para buyer dan seller memperpanjang kunjungan mereka. Ia merekomendasikan kunjungan ke Gallery Mustika Deli yang menampilkan produk-produk unggulan UMKM lokal hasil kurasi.

"Stay one more day di Kota Medan agar memberikan kesan mendalam," ajaknya.

Jejaring Kemitraan Pariwisata

Ketua ASPPI DPD Sumut Achmad Fauzi Lubis menyebut JWB kali ini melibatkan seluruh pelaku wisata. Tujuannya memperkuat hubungan antarpelaku sekaligus membuka peluang agar JWB berkembang menjadi produk wisata yang dapat ditawarkan kepada wisatawan.

"Ke depannya akan dijadikan paket wisata," tegasnya.

Rico Waas berharap JWB ke-4 tidak berhenti sebagai ajang pertemuan pelaku pariwisata. Ia ingin kegiatan ini memperkuat jejaring, membuka peluang kemitraan, dan semakin mengenalkan Medan sebagai destinasi wisata budaya yang kaya dan beragam.

Follow pantauaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: asarpua.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks