Pencarian

BNNP Aceh Ingatkan 90 Mahasiswa USK Ancaman Narkotika Tidak Kenal Batas Negara

Jumat, 09 Oktober 2026 • 09:59:02 WIB
BNNP Aceh Ingatkan 90 Mahasiswa USK Ancaman Narkotika Tidak Kenal Batas Negara
Kepala BNNP Aceh Dedy Tabrani menyampaikan materi dalam kuliah umum di FISIP USK, Banda Aceh, Rabu.

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh mengingatkan 90 mahasiswa Universitas Syiah Kuala bahwa ancaman narkotika tidak mengenal batas negara dan menuntut kerja sama antarnegara. Kepala BNNP Aceh Dedy Tabrani menyampaikan hal itu dalam kuliah umum Program Studi Hubungan Internasional FISIP USK di Banda Aceh, Rabu. Mahasiswa diminta melihat persoalan narkotika bukan sekadar kriminalitas dan kesehatan, melainkan juga isu keamanan nasional.

BANDA ACEH — Kuliah umum Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK) membahas persoalan narkotika dari kacamata hubungan internasional. Kepala BNNP Aceh Dedy Tabrani hadir langsung menyampaikan materi di hadapan 90 mahasiswa peserta.

Dedy menegaskan bahwa penanganan peredaran gelap narkotika tidak bisa dilakukan satu negara sendirian. Menurut dia, dibutuhkan kolaborasi lintas negara yang mencakup pertukaran informasi hingga penguatan kapasitas kelembagaan.

"Ancaman narkotika tidak mengenal batas negara. Karena itu, penanganannya juga tidak bisa dilakukan oleh satu negara saja. Diperlukan kerja sama, pertukaran informasi, penguatan kapasitas, dan komitmen bersama," kata Dedy Tabrani.

Narkotika sebagai Isu Keamanan Nasional, Bukan Sekadar Kriminalitas

Dalam paparannya, Dedy mengajak mahasiswa memperluas cara pandang terhadap narkotika. Persoalan itu, katanya, bukan hanya soal kriminalitas dan kesehatan, tetapi juga menyangkut keamanan nasional dan kejahatan lintas negara atau transnational organized crime.

Pendekatan itu menuntut langkah komprehensif. Mulai dari penguatan penegakan hukum, pengawasan perbatasan, pertukaran informasi dan intelijen, sampai kerja sama internasional.

"Perkembangan jaringan peredaran gelap narkotika yang melintasi batas negara menuntut adanya pendekatan komprehensif, mulai dari penguatan penegakan hukum, pengawasan perbatasan, pertukaran informasi dan intelijen, hingga kerja sama internasional," ujarnya.

Tiga Perspektif Hubungan Internasional untuk Memahami Peredaran Narkotika

Dedy memaparkan tiga pendekatan teori yang bisa dipakai membaca ancaman narkotika. Perspektif realisme dan neorealisme menempatkan narkotika sebagai ancaman terhadap keamanan nasional, sehingga negara berkepentingan memperkuat kapasitas menjaga wilayah dan mengendalikan perbatasan.

Perspektif idealisme melihat kerja sama dan institusi internasional sebagai instrumen penting menghadapi ancaman yang bersifat lintas negara. Adapun konstruktivisme menyoroti perlunya perubahan norma dan perilaku masyarakat dalam perang melawan narkoba.

"Program P4GN bukan hanya tentang menangkap pelaku. Kita juga harus membangun norma sosial bahwa narkoba adalah ancaman bersama, memperkuat ketahanan masyarakat, melakukan pencegahan, pemberdayaan, dan memastikan penyalahgunaan mendapatkan rehabilitasi," kata Dedy Tabrani.

Mahasiswa Diminta Jadi Penggerak Kesadaran Bahaya Narkoba

Kuliah umum tersebut juga membahas sejumlah perspektif dalam memandang dunia, termasuk idealisme, realisme, neorealisme, dan konstruktivisme, dalam konteks program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika (P4GN).

Kepala BNNP Aceh menilai generasi muda, khususnya mahasiswa, punya posisi strategis dalam isu ini. Mahasiswa diharapkan mampu melihat persoalan narkotika dari berbagai perspektif sekaligus membangun kesadaran masyarakat.

"Mahasiswa memiliki posisi strategis untuk melihat persoalan narkotika dari berbagai perspektif dan turut membangun kesadaran masyarakat mengenai bahaya narkoba," kata Dedy Tabrani.

Follow pantauaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: aceh.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks